PASCHA, BERLINA and Samekto, F.X. Adji and Prabandari, Adya Paramita (2025) IMPLIKASI SENJATA MILITER ANTI-SATELLITE (ASAT) : PERTANGGUNGJAWABAN NEGARA PELUNCUR DALAM PENGUPAYAAN PEMBERSIHAN SAMPAH ANTARIKSA (SPACE DEBRIS). _015 HI 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Berlina Pascha - cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
Text
Berlina Pascha - abstrak.pdf Download (154kB) |
|
|
Text
Berlina Pascha - bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (372kB) |
|
|
Text
Berlina Pascha - bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (408kB) |
|
|
Text
Berlina Pascha - bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Berlina Pascha - bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (146kB) |
|
|
Text
Berlina Pascha - dapus.pdf Download (230kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi ruang angkasa telah mendorong negara-negara besar untuk memanfaatkan ruang angkasa tidak hanya untuk tujuan ilmiah, tetapi juga untuk kepentingan militer. Salah satu bentuk pemanfaatan tersebut adalah pengembangan dan uji coba senjata Anti-Satellite (ASAT), yang meskipun tidak secara eksplisit dilarang oleh Outer Space Treaty (OST) 1967, menimbulkan dampak serius terhadap stabilitas politik, hukum, dan lingkungan ruang angkasa. Uji coba senjata ASAT menghasilkan space debris yang mengancam keselamatan satelit aktif dan misi ruang angkasa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana implikasi penggunaan Anti-Satellite (ASAT) untuk kepentingan militer di ruang angkasa dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip perdamaian dan keamanan internasional. Mengetahui dan mengidentifikasi bagaimana pertanggungjawaban negara-negara peluncur dalam menghadapi sampah antariksa akibat penggunaan senjata militer Anti-Satellite (ASAT).
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan statutory approach dan case approach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan senjata Anti-Satellite (ASAT) untuk kepentingan militer membawa dampak serius terhadap stabilitas politik global, kepastian hukum internasional, dan kelestarian lingkungan luar angkasa. Celah hukum dalam Outer Space Treaty (OST) 1967 memungkinkan negara-negara mengembangkan dan menguji senjata Anti-Satellite (ASAT), yang berkontribusi pada peningkatan debris dan risiko Kessler Syndrome. Berdasarkan Outer Space Treaty (OST) 1967 dan Liability Convention 1972, negara peluncur bertanggung jawab atas aktivitas luar angkasa, dengan rezim pertanggungjawaban yang mencakup strict liability dan fault-based liability. Uji coba Anti-Satellite (ASAT) bertentangan dengan prinsip kerja sama internasional dan asas 'The Province of All Mankind'. Oleh karena itu, dibutuhkan pembatasan penggunaan Anti-Satellite (ASAT), peningkatan transparansi, serta kerja sama internasional yang berkelanjutan dalam rangka menjaga keamanan dan keberlanjutan ruang angkasa di masa depan.
Kata Kunci : Anti-Satellite (ASAT), Sampah Antariksa, Hukum Ruang
Angkasa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anti-Satellite (ASAT), Sampah Antariksa, Hukum Ruang Angkasa |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 25 Jun 2025 06:50 |
| Last Modified: | 22 Aug 2025 04:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33592 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
