Dwiyanti, Anna Maria Citra and Marlina, Neny (2025) EKSISTENSI POLITISI TIONGHOA DI KOTA SEMARANG TAHUN 2024. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 1.pdf - Submitted Version Download (660kB) |
|
|
Text
Bab 2.pdf - Submitted Version Download (869kB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 4.pdf - Submitted Version Download (498kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (500kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Fenomena etnis Tionghoa berkecimpung dalam politik mengalami adanya peristiwa
dan dinamika yang dirasakan oleh masyarakat etnis Tionghoa dari masa Orde Lama
hingga saat ini yang menunjukkan adanya pergerakan, dengan mendobrak persepsi
politik mengenai keetnisan dalam partisipasi politik. Sehingga penelitian ini
bertujuan untuk melihat dinamika dan proses masyarakat etnis Tionghoa serta
eksistensinya dalam politik di Kota Semarang. Teori yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teori Politik Identitas dari Pierre Van Den Bergh dan teori
Jaringan Aktor dari Michael Callon dan Bruno Latour. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dan data yang diperoleh
yakni melalui studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi dengan para politisi
Tionghoa serta pengurus partai politik dan menggunakan metode purposive
sampling. Selain itu penelitian ini menggunakan dokumentasi pendukung dari
berbagai sumber seperti jurnal dan artikel ilmiah untuk memperkuat hasil analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena eksistensi etnis Tionghoa
dalam politik di Kota Semarang telah mengalami peningkatan yang signifikan,
bahwa melalui pendekatan Primordialisme, pendekatan Transaksionalisme, dan
pendekatan Instrumentalisme pada teori Politik Identitas dapat dikatakan
mendukung eksistensi para politisi Tionghoa untuk membangun jaringan dukungan
melalui Jaringan Sosial dan Jaringan Politik yang kemudian dapat menciptakan
Modal Sosial yang besar diantara sesama etnis Tionghoa dengan memanfaatkan
adanya identitas dan solidaritas etnik serta menciptakan Modal Politik dengan
adanya transaksi politik dengan konstituen nya untuk dapat terpilih kembali.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa stigma politik mengenai politisi
Tionghoa dalam politik di Kota Semarang sudah tidak menjadi isu atau polemik
yang dapat dijadikan sebuah celah perpecahan dengan kondisi masyarakat yang
multikultural. Sehingga hal ini juga menjadi upaya para politisi Tionghoa untuk
menjaga kebertahanan aktor dan eksistensinya dalam konteks politik.
Kata Kunci : Eksistensi; Tionghoa; Politisi; Politik Identitas; Jaringan Aktor
98 Ilmu Pemerintahan 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 24 Jun 2025 06:30 |
| Last Modified: | 24 Jun 2025 06:30 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33489 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
