Afrallia, Easyka Bryna and Sihombing, Nydia Rena Benita and Santoso, Antonius Gunawan and Winarni, Tri Indah (2025) KORELASI ANTARA BODY MASS INDEX (BMI) TERHADAP SPINOPELVIC PARAMETER PADA PASIEN USIA DI ATAS 45 TAHUN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK-KTI)
EASYKA BRYNA AFRALLIA-22010121140195-KTI-ABSTRAK.pdf Download (198kB) |
Abstract
Latar Belakang: Osteoartritis (OA) merupakan gangguan sendi kronis yang bersifat degeneratif, ditandai dengan kerusakan progresif pada kartilago sendi. OA menyebabkan rasa nyeri, keterbatasan dalam pergerakan, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Penyakit ini sering dialami oleh individu lanjut usia, terutama yang berusia diatas 60 tahun dan sering ditemukan pada individu yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. BMI yang berlebih menjadi salah satu faktor risiko utama osteoartritis karena dapat memperbesar tekanan mekanis dan peradangan, dapat mempercepat proses degeneratif tulang belakang serta menyebabkan ketidakstabilan pada struktur tulang belakang. Penilaian kestabilan postur tulang belakang dapat diukur melalui spinopelvic parameter, meliputi Lumbar Lordotic (LL), Pelvic Incidence (PI), Pelvic Tilt (PT), dan Sacral Slope (SS).
Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara Body Mass Index (BMI) terhadap Spinopelvic parameter pasien usia diatas 45 tahun
Metode: Penelitian dilakukan dengan desain studi observasional analitik menggunakan metode belah lintang (cross-sectional). Subjek penelitian adalah 78 pasien yang berobat di RSUP Dr. Kariadi Semarang yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini menganalisis Spinopelvic Parameter dari hasil CT Scan pasien dengan Aplikasi RadiAnt Dicom Viewer 2024. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson Correlation test.
Hasil: Usia menunjukkan korelasi yang signifikan dengan spinopelvic parameter, yang meliputi LL (p = 0,000), PI (p = 0,001), PT (p = 0,000), dan SS (p = 0,000). Sementara itu, BMI hanya memiliki korelasi signifikan dengan LL (p = 0,039) dan untuk parameter yang lain tidak ditemukan korelasi signifikan (p > 0.25) . Selain itu, tidak ditemukan perbedaan antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan Spinopelvic Parameter.
Kesimpulan: Terdapat korelasi antara BMI terhadap spinopelvic parameter khususnya pada parameter Lumbar Lordotic (LL), sedangkan parameter yang lain tidak terdapat korelasi yang bermakna. Terdapat korelasi antara Usia terhadap Spinopelvic parameter pada pasien usia di atas 45 tahun. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara jenis kelamin dengan spinopelvic parameter.
Kata Kunci : Body Mass Index (BMI), Spinopelvic Parameter, Struktur Tulang belakang, gangguan musculoskeletal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Body Mass Index (BMI), Spinopelvic Parameter, Struktur Tulang belakang, gangguan musculoskeletal. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 24 Jun 2025 04:43 |
| Last Modified: | 24 Jun 2025 04:43 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33440 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
