Kencana, Andrew and Wibisono, Banteng Hanang and Kholis, Fathur Nur (2025) Hubungan fractional-exhaled nitric oxide (FeNO) dengan gejala bisinosis dan fungsi paru pada pekerja pabrik yang terpapar debu kapas Studi pada Pekerja Pabrik Tekstil X di Pekalongan Tahun 2024. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK-TESIS)
ANDREW KENCANA-22040221310015-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (158kB) |
Abstract
Pendahuluan: Paparan debu kapas pada industri tekstil meningkatakan masalah bisinosis. Bisinosis adalah gangguan pernapasan kronis yang berkaitan dengan endotoksin pada debu kapas. Paparan debu kapas dapat mengaktivasi sistem inflamasi tubuh salah satunya nitric oxide dan dalam kondisi kronis dapat menyebabkan gangguan fungsi paru.
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar fraksional nitrit oksida (FeNO) dan fungsi paru (FEV1,FVC,FVE1/FVC) pada pekerja yang terpapar debu kapas .
Metode: Penelitian adalah studi observasional dengan metode cross sectional. Kriteria inklusi adalah pekerja berusia lebih dari 18 tahun, sudah bekerja minimal enam bulan, dan menandatangani informed consent. Kriteria ekslusi adalah mempunyai riwayat pekerjaan yang diperkirakan menimbulkan penyakit saluran nafas (perkayuan, pertambangan, asbes), komorbid (asma, penyakit paru kronis, tumor paru, efusi pleura, pneumonia, gagal jantung, penyakit hati, penyakit ginjal). Kadar FeNO dinilai menggunakan alat Vivatmo pro dan nilai FEV1, FVC, serta FEV1/FVC dinilai menggunakan spirometri. Subjek penelitian dilakukan pengambilan sampel setelah bekerja minimal 1 hari.
Hasil: Subjek penelitian yang memenuhi kriteria penelitian didapatkan 71 responden. Nilai mean FeNO 23,35 ± 12,61 ppb dengan nilai median 26 (5-65) ppb. Nilai mean FEV1 91,41± 11,17 dan nilai median 91(69-117). Nilai mean FVC 87,58 ± 13,03 dan nilai median 86 (62-125). Nilai mean FEV1/FVC 88,31 ± 10,01 dan nilai median 89,30 (50,7-117,0). Gejala bisinosis didapatkan pada 37 subjek penelitian dan 34 subjek penelitian tidak memiliki gejala bisinosis. Uji analisis bivariat FeNO dengan gejala bisinosis didapatkan hubungan bermakna (30,19 vs 15,91; P=0,001). Analisis bivariat FeNo dengan FEV1 didapatkan hasil korelasi negatif (r=-0,259) yang signifikan (p = 0,029). Analisis bivariat FeNo dengan FVC didapatkan hasil korelasi negatif (r=-0,053) yang tidak signifikan (p = 0,231). Analisis bivariat FeNO dengan FEV1/FVC didapatkan hasil korelasi negatif (r=-0.017) yang tidak signifikan (p = 0,885).
Kesimpulan: FeNO dengan gejala bisinosis pada pekerja pabrik yang terpapar debu kapas mempunyai hubungan yang signifikan. FeNO dengan FEV1 mempunyai hubungan korelasi negatif yang singifikan pada pekerja pabrik yang terpapar debu kapas. FeNO dan FVC, FEV1/FVC tidak ditemukan hubungan korelasi yang signifikan.
Kata kunci: bisinosis, debu kapas, FeNO, Spirometri
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bisinosis, debu kapas, FeNO, Spirometri |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 24 Jun 2025 04:46 |
| Last Modified: | 24 Jun 2025 04:46 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33428 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
