Hasibuan, Muhammad Hudzaifa Hasnan and Prasetyo, Mujiono Hafidh and Effendy, Feri Satria Wicaksana (2025) KEBIJAKAN PEMBINAAN TERHADAP PELAKU PENGULANGAN TINDAK PIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 SEMARANG). _016 PDN 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Muhammad Hudzaifa Hasnan Hasibuan_cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Muhammad Hudzaifa Hasnan Hasibuan_abstrak.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
Muhammad Hudzaifa Hasnan Hasibuan_bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (314kB) |
|
|
Text
Muhammad Hudzaifa Hasnan Hasibuan_bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (342kB) |
|
|
Text
Muhammad Hudzaifa Hasnan Hasibuan_bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (591kB) |
|
|
Text
Muhammad Hudzaifa Hasnan Hasibuan_bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (122kB) |
|
|
Text
Muhammad Hudzaifa Hasnan Hasibuan_dapus.pdf Download (6MB) |
Abstract
Pembinaan adalah salah satu bentuk perlakuan yang diberikan kepada seseorang yang dijatuhi pidana penjara agar orang tersebut dapat meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandiriannya. Pelaku pengulangan tindak pidana adalah seseorang yang setelah memperoleh putusan hakim yang telah berkuatan hukum tetap, kembali melakukan tindak pidana dengan jenis dan dalam waktu tertentu. Mengingat pidana penjara merupakan pidana pokok yang paling banyak digunakan, besar kemungkinan seseorang kembali dijatuhi pidana penjara karena melakukan pengulangan tindak pidana. Kondisi tersebut menyebabkan negara kembali membina seseorang yang sebelumnya sudah pernah dibina. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menggambarkan kebijakan pembinaan terhadap pelaku pengulangan tindak pidana sekaligus pelaksanaannya. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan normatif empiris atau applied law research. Kemudian, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara serta data sekunder yang diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang dikumpulkan kemudian dilakukan analisis melalui prosedur deskriptif analitis sehingga hasil penelitian akan menyajikan penjelasan serta gambaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, secara umum, pembinaan terdiri dari pembinaan kepribadian dan kemandirian. Indonesia memiliki empat jenis Lembaga pemasyarakatan yang masing-masing jenis memiliki fokus, metode, serta program pembinaannya sendiri-sendiri dalam mewujudkan tujuan pembinaan. Narapidana pelaku pengulangan tindak pidana akan ditempatkan di lembaga pemasyarakatan dengan jenis tertentu berdasarkan hasil penelitian pemasyarakatan. Kedua, dalam pelaksanaannya, sebagai lembaga pemasyarakatan dengan jenis medium security, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang belum sepenuhnya maksimal dalam memberikan pembinaan terhadap pelaku pengulangan tindak pidana.
Kata Kunci: Pembinaan, Pengulangan Tindak Pidana, Lembaga Pemasyarakatan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pembinaan, Pengulangan Tindak Pidana, Lembaga Pemasyarakatan |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 23 Jun 2025 04:07 |
| Last Modified: | 20 Aug 2025 02:31 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33378 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
