Irsyad, Teuku Muhammad and Handayani, Migie and Setiyawan, Hery (2025) Analisis Keberlanjutan Kabupaten Grobogan Sebagai Penyangga Beras Kota Semarang. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.
|
Text
Skripsi_Teuku Muhammad Irsyad (1).pdf Download (666kB) |
|
|
Text
Skripsi_Teuku Muhammad Irsyad (2).pdf Download (250kB) |
|
|
Text
Skripsi_Teuku Muhammad Irsyad (3).pdf Download (219kB) |
|
|
Text
Skripsi_Teuku Muhammad Irsyad (4).pdf Restricted to Repository staff only Download (487kB) | Request a copy |
|
|
Text
Skripsi_Teuku Muhammad Irsyad (5).pdf Restricted to Repository staff only Download (641kB) | Request a copy |
|
|
Text
Skripsi_Teuku Muhammad Irsyad (6).pdf Restricted to Repository staff only Download (246kB) | Request a copy |
|
|
Text
Skripsi_Teuku Muhammad Irsyad (7).pdf Restricted to Repository staff only Download (828kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis keberlanjutan Kabupaten Grobogan sebagai penyangga beras Kota Semarang secara gabungan dan setiap dimensi; 2) menganalisis atribut yang sensitive pada setiap dimensi; 3) menganalisis besarnya faktor kesalahan antar atribut dari setiap dimensi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2025 sampai 10 Maret 2025 di Kabupaten Grobogan dan Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pemilihan metode ini didasarkan pada penurunan produksi beras sebesar 57.819 ton yang terjadi karena adanya alih fungsi lahan dan menentukan keberlanjutan Kabupaten Grobogan sebagai penyangga beras Kota Semarang dan lumbung padi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan key person dengan total 10 key person. Data primer yang digunakan diambil melalui observasi dan proses wawancara, data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka sebagai objek penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah multidimensional scaling dengan aplikasi RAPFISH yang mencakup dimensi ekologi, dimensi ekonomi dan dimensi sosial budaya.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 1) keberlanjutan Kabupaten Grobogan sebagai penyangga beras Kota Semarangmemiliki indeks keberlanjutan sebesar 68,91%. Kabupaten Grobogan cukup berkelanjutan dalam memproduksi beras dan mampu mendistribusikan hasil produksi beras ke Kota Semarang. Indeks keberlanjutan dimensi ekologi sebesar 46,74%, dimensi ekonomi sebesar 84,75% dan dimensi sosial budaya sebesar 75,25% Analisis monte carlo dari setiap atribut menunjukan bahwa pada selang kepercayaan 95% didapatkan hasil yang tidak banyak mengalami perbedaan. Selisih antara monte carlo dan indeks keberlanjutan pada dimensi ekologi yaitu 0,13%, dimensi ekonomi memiliki selisih 0,36%, dan dimensi sosial budaya memiliki selisih 0,24%.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keberlanjutan, Kabupaten Penyangga, RAPFISH |
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agribusiness |
| Depositing User: | User Agribisnis |
| Date Deposited: | 06 Aug 2025 03:19 |
| Last Modified: | 06 Aug 2025 03:19 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33322 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
