Wardhani, Gita Fajar and Wati, Arinta Puspita and Retnaningsih, Retnaningsih and Pudjonarko, Dwi and Suryawati, Herlina and Kurnianto, Aditya (2025) HUBUNGAN SHIFT WORK SLEEP DISORDER DENGAN FUNGSI ATENSI : Studi Kadar Serotonin Pada Pekerja Pabrik Di Jepara. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Abstrak)
Abstrak HUBUNGAN SHIFT WORK SLEEP DISORDER DENGAN FUNGSI ATENSI. dr. Gita Fajar Wardhani.pdf - Submitted Version Download (30kB) |
Abstract
Pendahuluan : Shift Work Sleep Disorder (SWSD) merupakan gangguan tidur akibat jadwal kerja shift yang tidak sesuai dengan irama sirkadian dimana pekerja dapat mengalami insomnia dan atau EDS. SWSD dapat mempengaruhi kadar serotonin dan kadar serotonin rendah menyebabkan gangguan atensi. Gangguan atensi dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan SWSD terhadap gangguan atensi yang melalui kadar serotonin.
Metode : Penelitian Cross Sectional terhadap 51 pekerja pabrik PWI Jepara secara consecutive sampling selama Oktober 2024. Pengambilan data dengan kuesioner dan dilakukan pemeriksaan Digit Span Test untuk menilai atensi serta pemeriksaan kadar serotonin. Analisis data menggunakan uji X2dengan signifikansi p <0,05.
Hasil : Subjek perempuan sebanyak 45,1%. Sebanyak 33,3% bekerja shift. Subjek yang mengalami SWSD sebesar 29,4% dan yang mengalami gangguan atensi 47,1%. Pekerja dengan kadar serotonin rendah sebanyak 39,2%. Tidak didapatkan hubungan antara SWSD dengan kadar serotonin rendah (p=0,236). Didapatkan hubungan yang signifikan antara kadar serotonin rendah dengan gangguan fungsi atensi (p=0,001, RR 2,6 ; CI95%1,410-4,734) serta didapatkan hubungan signifikan antara SWSD dengan gangguan atensi (p=0,002, RR 2,4 ; CI95% 1,417-4,064)
Diskusi : SWSD tidak berhubungan signifikan dengan kadar serotonin. Serotonin rendah berhubungan signifikan dengan gangguan atensi. SWSD berhubungan langsung dengan gangguan atensi. Perbedaan hasil dapat dimungkikan karena subjek non-SWSD tetap mengalami insomnia atau EDS. Faktor eksternal seperti cahaya, stres, dan aktivitas belum dikendalikan.
Kesimpulan : SWSD tidak berhubungan dengan kadar serotonin yang rendah. Kadar serotonin rendang memiliki risiko 2,6 kali untuk mengalami gangguan atensi. SWSD memiliki risiko 2,4 kali untuk mengalami gangguan atensi.
Kata kunci : SWSD, serotonin, atensi
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SWSD, serotonin, atensi |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 02:04 |
| Last Modified: | 30 Jun 2025 02:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33290 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
