Asy Syafiq, Ahmad Taqiyyuddin and Astuti, A.M. Endah Sri and Prasetyo, Mujiono Hafidh (2025) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM PRAKTIK PENEGAKAN HUKUM PIDANA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL (Studi Putusan Nomor 859/Pid.Sus/2023/PN Bjm). _017 PDN 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Ahmad Taqiyyuddin Asy Syafiq_cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (683kB) |
|
|
Text
Ahmad Taqiyyuddin Asy Syafiq_abstrak.pdf Download (28kB) |
|
|
Text
Ahmad Taqiyyuddin Asy Syafiq_bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (93kB) |
|
|
Text
Ahmad Taqiyyuddin Asy Syafiq_bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (233kB) |
|
|
Text
Ahmad Taqiyyuddin Asy Syafiq_bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (279kB) |
|
|
Text
Ahmad Taqiyyuddin Asy Syafiq_bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (28kB) |
|
|
Text
Ahmad Taqiyyuddin Asy Syafiq_dapus.pdf Download (178kB) |
Abstract
Kekerasan seksual terhadap anak adalah pelanggaran hak asasi manusia yang serius, karena membawa dampak yang mendalam pada perkembangan fisik, mental, dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebercukupan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam memberikan perlindungan kepada anak yang menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual. Selain itu, penelitian ini juga akan mengidentifikasi berbagai tantangan yang muncul dalam proses penegakan hukumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hukum normatif dengan pendekatan kualitatif, dengan memanfaatkan sumber hukum primer dan sekunder, serta
melakukan studi kasus pada Putusan Nomor 859/Pid. Sus/2023/PN Bjm. Dengan dilaksanakannya upaya perlindungan korban, termasuk hukuman berat bagi pelaku dan ganti rugi bagi korban, penelitian ini menemukan bahwa upaya yang dilakukan sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022. Meski demikian, masih terdapat berbagai hambatan, seperti keterbatasan dalam pendampingan psikososial, minimnya sarana pemulihan bagi korban, serta stigma sosial yang menghalangi proses rehabilitasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara aparat penegak hukum, pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk mengoptimalkan perlindungan berkenaan dengan korban kekerasan seksual yang masih muda.
Kata Kunci: Kekerasan Seksual; Anak di Bawah Umur; Perlindungan Hukum Anak di Bawah Umur
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kekerasan Seksual; Anak di Bawah Umur; Perlindungan Hukum Anak di Bawah Umur |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 20 Jun 2025 07:11 |
| Last Modified: | 14 Aug 2025 06:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33267 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
