Search for collections on Undip Repository

Perwujudan Kesetaraan Gender oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Female Peacekeepers dalam Misi UNIFIL. _009 HI 2025

OCTAVERA, AMANDA and Roisah, Kholis and Farida, Elfia (2025) Perwujudan Kesetaraan Gender oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Female Peacekeepers dalam Misi UNIFIL. _009 HI 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Amanda Octavera_cover.pdf] Text
Amanda Octavera_cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (327kB)
[thumbnail of Amanda Octavera_abstrak.pdf] Text
Amanda Octavera_abstrak.pdf

Download (139kB)
[thumbnail of Amanda Octavera_bab 1.pdf] Text
Amanda Octavera_bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (394kB)
[thumbnail of Amanda Octavera_bab 2.pdf] Text
Amanda Octavera_bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (424kB)
[thumbnail of Amanda Octavera_bab 3.pdf] Text
Amanda Octavera_bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (522kB)
[thumbnail of Amanda Octavera_bab 4.pdf] Text
Amanda Octavera_bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (124kB)
[thumbnail of Amanda Octavera_dapus.pdf] Text
Amanda Octavera_dapus.pdf

Download (228kB)

Abstract

Tanggung jawab dan peran pasukan penjaga perdamaian dalam misi perdamaian PBB mengalami transformasi dari misi tradisional menjadi multidimensional mencakup kerangka baru yang mengakui pendekatan gender. Untuk memastikan bahwa perspektif gender terintegrasi dalam misi perdamaian, PBB mengirimkan female peacekeepers sesuai dengan Resolusi DK-PBB 1325 (2000) tentang Perempuan, Perdamaian dan Keamanan. Pada praktiknya, keikutsertaan pasukan perempuan dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB masih rendah karena adanya stigma bahwa perempuan belum mampu untuk bertugas dalam suatu misi perdamaian yang didominasi oleh pasukan laki-laki. Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang pasukan penjaga perdamaian terbanyak di dunia juga bertekad untuk memperluas jumlah pasukan perempuannya.
Penelitian ini menjelaskan bagaimana kesetaraan gender dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB khususnya UNIFIL belum dapat diwujudkan dan kontribusi Indonesia sebagai negara kontributor pasukan. Metode penelitiannya menggunakan pendekatan doktrinal yang bersumber dari data sekunder. Data yang telah terkumpul dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesetaraan gender dalam misi PBB, khususnya UNIFIL, belum terwujud dan masih jauh dari target sebesar 30% yang ditetapkan UN Women karena berbagai hambatan struktural dan kultural. Meskipun demikian, kehadiran female peacekeepers berkontribusi besar dalam efektivitas misi dengan membawa pendekatan keamanan yang lebih inklusif, memperkuat hubungan dengan masyarakat lokal, dan mempromosikan perdamaian berkelanjutan. Indonesia telah mengirim pasukan perdamaian PBB sejak tahun 1957 sesuai kewajiban sebagai anggota PBB dan amanat UUD 1945. Kontribusi Indonesia dalam mengirimkan female peacekeepers ke Lebanon yang awalnya sangat rendah di tahun 2008 mengalami peningkatan secara bertahap setiap tahunnya. Puncak pengiriman female peacekeepers Indonesia dalam UNIFIL terjadi pada tahun 2024, yaitu sebanyak 86 personel perempuan yang umumnya bertugas pada bantuan kemanusiaan di bidang medis, administrasi, dan logistik, tetapi masih menghadapi hambatan seperti ketimpangan gender yang merupakan implikasi dari kurangnya kebijakan responsif gender di Indonesia dalam pengiriman Kontingen Garuda.
Kata Kunci: Pasukan Penjaga Perdamaian Perempuan; Kesetaraan Gender; UNIFIL.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pasukan Penjaga Perdamaian Perempuan; Kesetaraan Gender; UNIFIL
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 19 Jun 2025 07:22
Last Modified: 22 Aug 2025 02:40
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33199

Actions (login required)

View Item View Item