Khudri, Muhammad Fatih and Windiani, Reni and Zuliyan, Muhammad Arief (2025) OTONOMI KURDISTAN REGIONAL GOVERNMENT PASCA ISIS: STRATEGI SEKURITISASI KEAMANAN ENERGI DI TENGAH DINAMIKA GEOPOLITIK REGIONAL. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (536kB) |
|
|
Text
Bab 1.pdf - Submitted Version Download (423kB) |
|
|
Text
Bab 2.pdf - Submitted Version Download (651kB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (740kB) |
|
|
Text
Bab 4.pdf - Submitted Version Download (219kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (298kB) |
Abstract
Kurdistan Regional Government (KRG) tengah menghadapi disrupsi terhadap
keamanan energi pasca kejatuhan ISIS pada periode 2019–2025. Ketergantungan KRG
terhadap sektor energi, khususnya minyak dan gas, menjadi fondasi utama bagi
keberlangsungan otonomi politik dan ekonomi wilayah tersebut. Dalam kondisi di mana jalur
ekspor terganggu dan hukum pengelolaan energi dipertanyakan oleh pemerintah pusat Irak,
KRG membingkai isu ini sebagai ancaman eksistensial yang mengancam kelangsungan entitas
otonom mereka. Hal tersebut memunculkan masalah: Bagaimana Kurdistan Irak dapat bertahan
ke depannya di tengah disrupsi keamanan energi dan dinamika geopolitik di Timur Tengah
serta dampaknya bagi kawasan tersebut?
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisa bagaimana masa depan Kurdistan Irak
setelah 2024 di tengah berbagai disrupsi dan dinamika geopolitik serta dampaknya terhadap
geopolitik kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori sekuritisasi dari
Copenhagen School untuk menjelaskan bagaimana energi dikonstruksikan sebagai referent
object yang perlu dilindungi dari ancaman. KRG sebagai securitizing actor menyampaikan
speech acts melalui berbagai pernyataan politik dan kebijakan luar biasa untuk
mempertahankan kontrol atas sektor energi. Penelitian ini juga menganalisis peran aktor-aktor
lain sebagai functional actors, baik dari dalam maupun luar.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sekuritisasi oleh KRG tidak hanya bersifat retoris,
tetapi juga diwujudkan dalam tindakan konkret seperti ekspor energi secara unilateral dan
penguatan kerja sama dengan aktor luar. Namun, fragmentasi internal dan dinamika geopolitik
regional menjadi tantangan serius yang membatasi keberhasilan sekuritisasi secara
menyeluruh.
Berdasarkan temuan tersebut, dapat diproyeksikan bahwa otonomi Kurdistan Irak
hanya dapat bertahan apabila KRG mampu memperkuat konsolidasi politik internal,
mengamankan pengeloalaan energi, serta menyeimbangkan hubungan eksternal tanpa memicu
konflik kepentingan regional.
Kata Kunci: Geopolitik; Keamanan Energi; Kurdistan Irak; Timur Tengah; Sekuritisasi
33 Hubungan Internasional 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 19 Jun 2025 06:58 |
| Last Modified: | 19 Jun 2025 06:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33198 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
