ARIELLARAISSA, ADRISTI NADHIRA and Putranti, Ika Riswanti and Subhan, Muhammad (2025) SIKAP AMBIVALEN DIPLOMASI HAK ASASI MANUSIA INDONESIA: GAP EMPIRISME PERAN INDONESIA DALAM PENANGANAN KONFLIK PELANGGARAN HAM ROHINGYA DAN UIGHUR (2020-2024). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (733kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (685kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (731kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Download (420kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (631kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (634kB) |
Abstract
Penelitian mengkaji ambivalensi diplomasi hak asasi manusia Indonesia
melalui perbandingan pendekatan terhadap konflik pelanggaran HAM yang dialami
etnis Rohingya dan Uighur pada periode 2020–2024. Sebagai negara demokratis serta
anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja
Sama Islam (OKI), Indonesia membentuk identitas normatif yang menekankan
komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Namun, dalam praktiknya, terlihat
keterlibatan aktif dalam isu Rohingya, sementara respon terhadap Uighur cenderung
pasif dan defensif. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana perbedaan
pendekatan tersebut mencerminkan dinamika konstruksi identitas Indonesia dalam
sistem internasional. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan
eksplanatif dan teknik analisis kongruen, menggunakan teori konstruktivisme
Alexander Wendt yang menekankan konsep identitas tipe dan peran. Hasil analisis
menunjukkan bahwa ekspresi identitas sebagai promotor HAM lebih mudah terwujud
dalam isu Rohingya karena didukung pengakuan sosial melalui forum seperti ASEAN,
Dewan HAM PBB, dan OKI. Sebaliknya, tekanan geopolitik dari Tiongkok dan
ketiadaan struktur normatif kolektif dalam isu Uighur membatasi ruang artikulasi peran
normatif Indonesia. Ambivalensi dalam diplomasi hak asasi manusia mencerminkan
negosiasi identitas negara dalam struktur sosial global yang tidak selalu
memungkinkan ekspresi peran secara konsisten.
Kata Kunci: Diplomasi; Hak Asasi Manusia; Ambivalensi; Rohingya; Uighur
32 Hubungan Internasional 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 19 Jun 2025 05:28 |
| Last Modified: | 19 Jun 2025 05:28 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33187 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
