AMELIA, MILENIA RIZKY and Rakhmad, Wiwid Noor (2025) NARASI PERLAWANAN DAN PEMBUNGKAMAN STUDI REPRESENTASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM FILM PENYALIN CAHAYA (2021). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
COVER (77).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (908kB) |
|
|
Text
BAB 1 (55).pdf - Submitted Version Download (453kB) |
|
|
Text
BAB 2 (48).pdf - Submitted Version Download (325kB) |
|
|
Text
BAB 3 (52).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (638kB) |
|
|
Text
BAB 4 (50).pdf - Submitted Version Download (283kB) |
|
|
Text
BAB 5 (24).pdf - Submitted Version Download (229kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (72).pdf - Submitted Version Download (263kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (54).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kekerasan terhadap perempuan merupakan isu sosial yang kompleks dan masih
banyak terjadi, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Film sebagai media
komunikasi massa tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga membentuk
persepsi publik tentang berbagai fenomena, termasuk kekerasan berbasis gender.
Penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji bagaimana narasi kekerasan
terhadap perempuan direpresentasikan dalam film Penyalin Cahaya (2021) dan
bagaimana bentuk perlawanan dan pembungkaman perempuan ditampilkan melalui
tokoh utama. Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi kekerasan secara
verbal dan non-verbal, serta sistem sosial yang membungkam suara korban.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritis.
Data dikumpulkan menggunakan teknik analisis tekstual, dengan metode analisis
semiotika John Fiske pada tiga level: level realitas, level representasi, dan level
ideologi. Subjek penelitian adalah adegan-adegan dalam film Penyalin Cahaya
(2021) yang menampilkan kekerasan terhadap perempuan dan perjuangan tokoh
perempuan dalam mencari keadilan. Teori utama yang digunakan adalah Muted
Group Theory yang menjelaskan bagaimana kelompok subordinat, dalam hal ini
perempuan, kerap dibungkam oleh kekuatan dominan dalam ideologi patriarki.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Penyalin Cahaya (2021)
merepresentasikan kekerasan terhadap perempuan sebagai bentuk dominasi kuasa
oleh struktur patriarki. Karakter Sur menjadi simbol perlawanan perempuan
terhadap ketidakadilan, namun perjuangannya menunjukkan bahwa
pembungkaman terjadi secara sistemik melalui institusi, keluarga pelaku, dan
budaya yang menyalahkan korban (victim blaming). Temuan paling signifikan
adalah bagaimana narasi film tidak hanya menggambarkan kekerasan, tetapi juga
memperlihatkan bahwa perjuangan perempuan untuk bersuara masih terbentur oleh
dominasi ideologi patriarki yang membungkam. Film ini secara implisit
menawarkan gagasan bahwa keberanian untuk bersuara adalah langkah awal
menuju perubahan sosial.
Kata Kunci: representasi, kekerasan terhadap perempuan, film, Muted Group
Theory, semiotika John Fiske, ideologi patriarki, perlawanan, pembungkaman
106 Ilmu Komunikasi 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 25 Jun 2025 00:55 |
| Last Modified: | 25 Jun 2025 00:55 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33132 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
