Amera, Naura Anggie and Rahayu, Rahayu and Farida, Elfia (2025) PERLINDUNGAN TERHADAP SAKSI DAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI PESANTREN SHIDIQIYYAH-PLOSO-JOMBANG OLEH LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK). _011 HI 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Naura Anggie Amera_cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (939kB) |
|
|
Text
Naura Anggie Amera_abstrak.pdf Download (18kB) |
|
|
Text
Naura Anggie Amera_bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (288kB) |
|
|
Text
Naura Anggie Amera_bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (497kB) |
|
|
Text
Naura Anggie Amera_bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (420kB) |
|
|
Text
Naura Anggie Amera_bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (13kB) |
|
|
Text
Naura Anggie Amera_dapus.pdf Download (122kB) |
Abstract
Di era globalisasi ini, masalah pelanggaran hak asasi manusia terutama kekerasan terhadap perempuan masih sering terjadi. Kekerasan ini meliputi kekerasan fisik, psikis, dan seksual, seperti disebutkan dalam General Recommendation No. 19 (1992) CEDAW Committee. Di Indonesia kasus kekerasan seksual juga terjadi di dunia pendidikan, salah satunya di Pesantren Shidiqiyyah Ploso Jombang, Kasus ini melibatkan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) seorang anak pemilik pesantren yang memperkosa dan mengancam korban serta saksi. Dalam hal ini, LPSK memiliki peran penting dalam mengoptimalkan pemberian perlindungan dan pemenuhan hak-hak saksi dan korban agar terhindar dari ancaman. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan doktrinal, yaitu menerangkan permasalahan hukum berdasarkan karakter normatif sehingga sasaran penelitian berupa norma, hubungan antara norma, teori norma dan asas-asas hukum yang berlaku. Setelah data terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif melalui penelaahan logika berpikir secara deduktif yaitu dengan memulai analisis aturan yang berkaitan dengan kekerasan seksual beserta pemenuhan hak saksi dan korban oleh LPSK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LPSK memberikan perlindungan terhadap saksi dan korban sesuai dengan UU PSK, namun kurangnya kolaborasi antar lembaga mengakibatkan lamanya proses hukum. Sedangkan pemenuhan hak saksi dan korban kekerasan seksual oleh LPSK dinilai belum maksimal mengingat LPSK tidak mengajukan restitusi pasca-putusan kasasi sesuai dengan Perma No. 1 Tahun 2022. Apabila pengajuan ini dilaksanakan maka LPSK dapat memastikan hak saksi dan korban dapat terpenuhi.
Kata Kunci: Perlindungan Saksi dan Korban; Kekerasan Seksual; LPSK
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perlindungan Saksi dan Korban; Kekerasan Seksual; LPSK |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 16 Jun 2025 02:33 |
| Last Modified: | 14 Aug 2025 05:53 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32973 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
