Search for collections on Undip Repository

KEAMANAN MARITIM REGIONAL: ANALISIS KERJA SAMA TRILATERAL INDONESIA, MALAYSIA, DAN FILIPINA DALAM MENANGANI PEMBAJAKAN DI LAUT SULU-SULAWESI OLEH KELOMPOK ABU SAYYAF

Azzahra, Flachia Syahrani (2025) KEAMANAN MARITIM REGIONAL: ANALISIS KERJA SAMA TRILATERAL INDONESIA, MALAYSIA, DAN FILIPINA DALAM MENANGANI PEMBAJAKAN DI LAUT SULU-SULAWESI OLEH KELOMPOK ABU SAYYAF. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (657kB)
[thumbnail of BAB I (1).pdf] Text
BAB I (1).pdf - Submitted Version

Download (719kB)
[thumbnail of BAB II (1).pdf] Text
BAB II (1).pdf - Submitted Version

Download (809kB)
[thumbnail of BAB III (1).pdf] Text
BAB III (1).pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (796kB)
[thumbnail of BAB IV (1).pdf] Text
BAB IV (1).pdf - Submitted Version

Download (242kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka (1).pdf] Text
Daftar Pustaka (1).pdf - Submitted Version

Download (264kB)
[thumbnail of Lampiran (1).pdf] Text
Lampiran (1).pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (435kB)

Abstract

Ancaman keamanan maritim di kawasan Laut Sulu-Sulawesi yang
disebabkan oleh aktivitas kelompok Abu Sayyaf mendorong Indonesia, Malaysia,
dan Filipina untuk membentuk Trilateral Cooperative Arrangement (TCA) pada
tahun 2017. Kerja sama trilateral ini merupakan respon atas meningkatnya
pembajakan, serta bertujuan memperkuat stabilitas dan keamanan maritim di
kawasan. Salah satu pelaksana utama TCA di Indonesia adalah Pangkalan Utama
TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan yang berlokasi strategis di Kalimantan
Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lantamal XIII dalam
pelaksanaan TCA serta mengungkap dampak kerja sama ini dalam menurunkan
angka pembajakan di kawasan Laut Sulu-Sulawesi. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa
wawancara dan analisis dokumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan
liberalisme-institusionalis sebagai kerangka teori. Temuan dari penelitian ini
menunjukkan bahwa sejak pembentukan TCA, jumlah insiden pembajakan
mengalami penurunan signifikan, terutama berkat koordinasi operasional dan
pertukaran informasi intelijen. Lantamal XIII berperan aktif sebagai garda depan
pelaksana TCA yang turut memperkuat keamanan kawasan dan menjadi model
kerja sama regional dalam menghadapi ancaman maritim lintas negara.
Kata kunci: Trilateral Cooperative Arrangement, Lantamal XIII, Pembajakan Laut,
Keamanan Maritim, Abu Sayyaf
27 Hubungan Internasional 2025

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations
Depositing User: diana nirwani
Date Deposited: 13 Jun 2025 08:29
Last Modified: 13 Jun 2025 08:29
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32937

Actions (login required)

View Item View Item