IKASARI, Hertiana (2024) DAMPAK LIBERALISASI PERDAGANGAN TERHADAP PRODUKTIVITAS INDUSTRI MANUFAKTUR INDONESIA. Doctoral thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1._D_Cover__12020117510026.pdf - Published Version Download (239kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4._D_Abstrak_(Inggris)_12020117510026.pdf - Published Version Download (348kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5._D_Abstrak_(Indonesia)_12020117510026.pdf - Published Version Download (349kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6._D_Daftar_Isi_12020117510026.pdf - Published Version Download (646kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12._D_DAFTAR_PUSTAKA_12020117510026.pdf - Published Version Download (774kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16._Disertasi_Fulltext_PDF_Bookmark__1202011710026.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis pengaruh liberalisasi perdagangan
terhadap produktivitas industri manufaktur skala besar dan menengah Indonesia.
Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah: pertama, menganalisis produktivitas
industri manufaktur skala besar dan menengah Indonesia. Kedua, menganalisis jalurjalur pengaruh liberalisasi perdagangan terhadap produktivitas industri manufaktur
skala besar dan menengah Indonesia mencakup jalur persaingan, jalur teknologi dan
jalur skala. Penelitian ini menggunakan data panel 171 industri manufaktur skala besar
dan menengah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 4 digit selama
periode 2010-2019. Sehingga jumlah observasi adalah 1710. Untuk mengestimasi
produktivitas yang diukur dengan total factor productivity (TFP), alat analisis yang
digunakan adalah metode semi parametrik Levinshon Petrin. Sedangkan, untuk
mengestimasi jalur pengaruh liberalisasi perdagangan terhadap produktivitas,
penelitian ini menggunakan analisis SYS GMM. Hasil penelitian ini adalah pertama,
elastisitas pengeluaran tenaga kerja dan elastisitas modal berpengaruh positif dan
signifikan terhadap value added. Kedua, skala pengembalian industri manufaktur skala
besar dan menengah tahun 2010-2019 adalah decreasing return to scale. Ketiga, high
technology industry, medium technology industry dan low technology industry berada
dalam skala pengembalian decreasing return to scale. Keempat, industri manufaktur
skala besar dan menengah yang mempunyai rata-rata TFP tertinggi adalah industri alat
angkut lainnya (KBLI 30), sedangkan industri yang memiliki rata-rata TFP terendah
adalah industri kayu, barang dari kayu dan gabus (KBLI 16). Kelima, industri yang
memiliki rata-rata TFP tertinggi sebagian besar adalah industri yang termasuk high
technology. Keenam, liberalisasi perdagangan mempengaruhi produktivitas melalui
jalur skala, meskipun pengaruh tersebut tidak memperkuat produktivitas. Sementara,
liberalisasi perdagangan tidak mempengaruhi produktivitas melalui jalur persaingan
dan teknologi. Kebijakan yang peneliti rekomendasikan antara lain: optimalisasi
penggunaan input, pelatihan dan pengembangan tenaga kerja, pengelolaan kapasitas,
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) perlu mengorganisir pasar agar tidak
terkonsenterasi hanya pada beberapa pelaku pasar, kebijakan pembatasan impor bahan
baku dan penolong perlu dipertimbangkan dengan matang dan dilaksanakan secara
bertahap, mendorong industri Indonesia di global value chain (GVC).
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | liberalisasi perdagangan; total factor productivity; Levinshon Petrin; SYS GMM; industri manufaktur |
| Subjects: | Economics and Business > Economic Sciences Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Economics and Development Studies |
| Depositing User: | Mr Sulamul Hadi |
| Date Deposited: | 13 Jun 2025 02:09 |
| Last Modified: | 13 Jun 2025 02:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32890 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
