Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN PAPARAN PM10 dan PM2.5 TERHADAP GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA DI HOME INDUSTRY ELEKTROPLATING DESA MANGUNSAREN, KECAMATAN TARUB, KABUPATEN TEGAL

ALVIONITA, VANNIESA DWI (2025) HUBUNGAN PAPARAN PM10 dan PM2.5 TERHADAP GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA DI HOME INDUSTRY ELEKTROPLATING DESA MANGUNSAREN, KECAMATAN TARUB, KABUPATEN TEGAL. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO VANNIESA.pdf] Text
REPO VANNIESA.pdf - Published Version

Download (512kB)

Abstract

Industri pelapisan logam menjadi salah satu industri yang memiliki risiko paparan partikulat atau particulate matter bagi para pekerja saat melakukan proses pelapisan logam, terutama pada proses penghalusan bahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan PM10 dan PM2.5 dengan gangguan fungsi paru pada pekerja di home industry elektroplating, Desa Mangunsaren, Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 37 pekerja pelapisan logam (electroplating) berjenis kelamin laki-laki dan tidak memiliki riwayat penyakit paru dengan menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan spirometer oleh petugas laboratorium medis untuk pengukuran kapasitas fungsi paru, particle counter untuk pengukuran kadar PM10 dan PM2.5 di udara, timbangan dan microtoise untuk mengukur status gizi (IMT), dan kuesioner melalui wawancara untuk mengetahui karakteristik responden. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan nilai p-value sebesar 0,05. Berdasarkan hasil analisis univariat menunjukan bahwa 21 (56,8%) pekerja mengalami gangguan fungsi paru, kadar PM10 diatas NAB sebanyak 12 (32,4%), kadar PM2,5 diatas NAB sebanyak 17 (45,9%), usia ≥ 30 tahun sebanyak 28 (75,7%), status gizi tidak normal sebanyak 20 (54,1%), masa kerja ≥ 5 tahun sebanyak 23 (62,2%), lama paparan > 8 jam sebanyak 22 (59,5%), kebiasaan merokok pekerja sebanyak 24 (64,9%), kebiasaan olahraga tidak rutin sebanyak 26 (70,3%). Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukan hasil bahwa ada hubungan antara kadar PM10 (p=0,024), masa kerja (p=0,001), lama paparan (p=0,002) terhadap gangguan fungsi paru. Tidak ada hubungan antara kadar PM2,5 (p=0,117) dan penggunaan APD (p=0,272) terhadap gangguan fungsi paru. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa kadar PM10, masa kerja, dan lama paparan memiliki hubungan dengan gangguan fungsi paru pada pekerja di home industry elektroplating, Desa Mangunsaren, Kabupaten Tegal.
Kata Kunci : PM10; PM2,5; Pekerja Pelapisan Logam, Elektroplating, Gangguan Fungsi Paru

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 04 Jun 2025 07:34
Last Modified: 04 Jun 2025 07:34
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32752

Actions (login required)

View Item View Item