RAHMAN, AMNI ZARKASYI (2025) INSTITUTIONAL RESILIENCE MODEL DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN SEMARANG YANG BERKELANJUTAN: KAJIAN KAPASITAS KELEMBAGAAN DESA WISATA. Doctoral thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
cover_Amni.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (497kB) |
|
|
Text
Bab 1_Amni.pdf - Submitted Version Download (393kB) |
|
|
Text
Bab 2_Amni.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 3_Amni.pdf - Submitted Version Download (243kB) |
|
|
Text
Bab 4_Amni.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 5_Amni.pdf - Submitted Version Download (22MB) |
|
|
Text
Bab 6_Amni.pdf - Submitted Version Download (144kB) |
|
|
Text
Dafpus_Amni.pdf - Submitted Version Download (158kB) |
Abstract
Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus mengalami
peningkatan, termasuk di Kabupaten Semarang yang memiliki potensi besar dalam
pengembangan desa wisata. Namun, variasi kelembagaan pengelola desa wisata
menunjukkan adanya perbedaan dalam tata kelola dan kapasitas kelembagaan yang
berimplikasi pada keberlanjutan desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk
melakukan pemetaan pembentukan kelembagaan pengelola desa wisata di
Kabupaten Semarang, menganalisis kapasitas kelembagaan, serta menyusun model
kelembagaan desa wisata berbasis resilience yang berkelanjutan. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa desa
wisata di Kabupaten Semarang. Hasil penelitian menemukan bahwa meskipun
kelembagaan desa wisata telah terbentuk, namun belum bisa terjamin
keberlanjutannya karena kurangnya kapasitas kelembagaan pengelola desa wisata.
Oleh sebab itu, kelembagaan yang terbentuk perllu diperkuat dengan ketahanan
komunitas dan ketahanan bisnis yang ditandai dengan pencapaian fase
kelembagaan, mulai dari Pra-fase, yang ditandai dengan pembentukan
kelembagaan yang kuat melalui BUMDes; kemudian Fase Awal (Minimum
Capacity), yang mencakup kepemimpinan, struktur organisasi yang jelas, serta
mekanisme koordinasi antar institusi desa wisata; serta Fase Lanjutan (Maximum
Capacity), yang melibatkan penguatan manajemen finansial, pemanfaatan
teknologi, serta penguatan branding dan jejaring kerja sama untuk mendukung
keberlanjutan desa wisata. BUMDes menjadi pusat kelembagaan yang
mengoordinasikan berbagai institusi desa, termasuk Pokdarwis, paguyuban desa,
karang taruna, PKK, serta UKM. Sinergi antar pemangku kepentingan ini menjadi
kunci dalam mewujudkan ketahanan desa wisata yang berkelanjutan.
Kata kunci: kapasitas, kelembagaan, desa wisata, ketahanan.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Doctor Program in Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 03 Jun 2025 04:30 |
| Last Modified: | 03 Jun 2025 04:30 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32714 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
