Oksiyana, Pelangi Aurora and Sunarto, Sunarto (2025) STRATEGI KOMUNIKASI SENTRA ADVOKASI PEREMPUAN DIFABEL DAN ANAK (SAPDA) YOGYAKARTA DALAM MENGADVOKASI HAK ANAK DISABILITAS DI YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I (20).pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
BAB II (22).pdf - Submitted Version Download (124kB) |
|
|
Text
BAB III (21).pdf - Submitted Version Download (683kB) |
|
|
Text
BAB IV (21).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (688kB) |
|
|
Text
BAB V (7).pdf - Submitted Version Download (108kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (64).pdf - Submitted Version Download (123kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (48).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Strategi Komunikasi Sentra Advokasi Perempuan Difabel Dan
Anak (SAPDA) Yogyakarta Dalam Mengadvokasi Hak Anak Disabilitas Di
Yogyakarta”. Latar belakang dalam penelitian ini adalah mengacu sila “Keadilan
Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” untuk membangun tatanan sosial baru yang
adil dan setara bagi seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, latar belakang budaya
dari anak disabilitas mempengaruhi dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA) Kota Yogyakarta
merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berfokus pada pemenuhan
hak-hak perempuan, anak, serta penyandang disabilitas di Indonesia. Berdasarkan
hasil survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018-2021, anak disabilitas
memiliki akses media informasi lebih rendah daripada anak tanpa disabilitas. Pada
tahun 2021, selisih akses internet antara anak tanpa disabilitas dan anak disabilitas
meningkat menjadi 7,95%. Sebesar 69,06% anak tanpa disabilitas dapat
menggunakan internet, sedangkan anak disabilitas hanya 40,56%. Tujuan
penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi SAPDA Yogyakarta untuk
mengadvokasi hak anak disabilitas dilihat dari aspek credibility, transferability,
confirmability, dependability, authenticity serta faktor-faktor yang mendukug dan
menghambat keberhasilan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan Actor
Network Theory dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa SAPDA Yogyakarta memiliki peran dalam mengadvokasi hak
anak disabilitas melalui berbagai program kerja yang aksesibel. SAPDA
Yogyakarta berkolaborasi dengan pihak eksternal, yaitu Dinas, Swasta, CSR,
Organisasi, Sekolah Luar Biasa, Orang Tua, Relawan untuk mendukung program
kerja advokasi dengan memanfaatkan Information and Communication
Technology (ICT) melalui handphone dan laptop didukung dengan aplikasi dan
mengelola menjadi media aksesibel. Faktor pendukung SAPDA Yogyakarta dalam
melaksanakan program advokasi, yaitu memiliki jejaring eksternal yang cukup luas,
mengalami keberlanjutan dan peniruan program. Sedangkan, faktor penghambat
dari keberlanjutan program, yaitu SAPDA Yogyakarta masih bergantung pada
funding dan belum menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mandiri serta
Sumber Daya Manusia (SDM) juga belum cukup memadai.
Kata kunci: SAPDA Yogyakarta, Anak Disabilitas, Advokasi Hak Anak
Disabilitas.
100 Ilmu Komunikasi 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Jun 2025 05:45 |
| Last Modified: | 21 Jul 2025 06:00 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32674 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
