Search for collections on Undip Repository

PENGARUH MADU BAKAU SEBAGAI MEDIA PERENDAMAN TERHADAP PERSENTASE MASKULINISASI LARVA PLATY PEDANG (Xiphophorus hellerii) (24da371)

PERMATASARI, EKA (2024) PENGARUH MADU BAKAU SEBAGAI MEDIA PERENDAMAN TERHADAP PERSENTASE MASKULINISASI LARVA PLATY PEDANG (Xiphophorus hellerii) (24da371). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of EKA PERMATASARI 24da371_compressed.pdf] Text
EKA PERMATASARI 24da371_compressed.pdf

Download (315kB)

Abstract

Ikan platy pedang jantan memiliki ragam warna pada tubuh dan siripnya,
memungkinkan ikan platy pedang dapat bersaing di pasar ikan hias air tawar.
Budidaya ikan platy pedang secara monoseks dapat menguntungkan karena daya
tarik dan daya jualnya yang tinggi. Maka dari itu, dapat dilakukan teknik
pembalikan kelamin (sex reversal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh dosis madu bakau sebagai media perendaman larva terhadap tingkat
keberhasilan persentase jantan ikan platy pedang (Xiphophorus hellerii).
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 29 September 2023 sampai 30 November
2023 di Pokdakan Apihis Semarang, Jawa Tengah.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dan
rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan.
Perlakuan dalam penelitian ini adalah penggunaan dosis madu bakau yang
berbeda dengan metode perendaman. Dosis yang diberikan terdiri dari 0 ml/L, 2,5
ml/L, 5 ml/L, 7,5 ml/L dan 10 ml/L dengan lama waktu perendaman yaitu 12 jam.
Parameter pengamatan yaitu persentase jantan dan betina (%), kelulushidupan
(SR) dan kualitas air. Data yang dihasilkan untuk mengetahui persentase jantan
dan betina yaitu dengan pengamatan fenotip seperti gonopodium, panjang sirip
kaudal dan warna tubuh.
Pada setiap perlakuan menunjukkan platy pedang memiliki gonopodium
sebaliknya platy pedang betina tidak memiliki gonopodium. Kisaran panjang sirip
kaudal ikan jantan 0,80-2,55 cm, sedangkan ikan betina 0,60-1,25 cm. Kisaran
nilai HSB platy pedang jantan yaitu Hue 2-180°, Saturation 1-100% dan
Brightness 27-100%. Kisaran nilai HSB platy pedang betina yaitu Hue 2-199°,
Saturation 1-100% dan Brightness 21-100%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman menggunakan berbagai
dosis madu bakau yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap
persentase jantan ikan platy pedang (Xiphophorus hellerii). Pemberian dosis madu
bakau terbaik dan efisien yaitu perlakuan E dosis 10 ml/L karena terjadi
peningkatan persentase jantan dua kali lipat dari perlakuan A sebesar 33,27%
menjadi 64,29% dengan tingkat kelulushidupan 84%. Kualitas air menunjukkan
kondisi yang optimal untuk budidaya platy pedang (Xiphophorus hellerii) yaitu
suhu kisaran 25-28°C, derajat keasaman (pH) kisaran 6,8-8,6 dan oksigen terlarut
kisaran 4,5-5,6 mg/L.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Platy pedang, madu bakau, sex reversal, presentase jantan.
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 02 Jun 2025 02:37
Last Modified: 02 Jun 2025 02:37
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32654

Actions (login required)

View Item View Item