Search for collections on Undip Repository

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) TERHADAP KEBERLANGSUNGAN HIDUP PADA SISTEM TRANSPORTASI TERTUTUP BENIH IKAN KOI (Cyprinus carpio) (25da43)

MAULANA, FARHAN DWI (2025) PENGARUH PEMBERIAN MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) TERHADAP KEBERLANGSUNGAN HIDUP PADA SISTEM TRANSPORTASI TERTUTUP BENIH IKAN KOI (Cyprinus carpio) (25da43). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of FARHAN DWI M 25da43.pdf] Text
FARHAN DWI M 25da43.pdf

Download (1MB)

Abstract

Ikan Koi (C.carpio) merupakan komoditas ikan hias air tawar yang
memiliki nilai ekonomis tinggi dengan harga jual yang terus meningkat dilihat
dari keindahan bentuk dan warnanya yang menjadi ikan hias yang memikat
dibandingkan ikan hias air tawar lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan metode
transportasi yang baik untuk mempertahankan kualitas hidupnya ketika benih koi
sampai kepada konsumen. Benih ikan koi cenderung mengalami stres yang
signifikan saat transportasi, oleh karena itu, penanganan yang hati-hati selama
transportasi sangat penting untuk menjaga kesehatannya. Penanganan yang
dibutuhkan untuk meningkatkan kelulushidupan benih ikan koi (C. carpio) salah
satunya dengan menggunakan ekstrak minyak atsiri dari daun sirih hijau (P. betle)
sebagai alternatif anestesi alami yang aman dan efektif untuk mengurangi stres
pada benih ikan koi selama transportasi jarak jauh. Penelitian dilaksanakan pada
bulan Juni 2024 di Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT)
Ngrajek, Magelang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode
eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3
kali ulangan dengan dosis ekstrak minyak atsiri daun sirih hijau yaitu A (0 ppm),
B (2 ppm), C (4 ppm) D (6 ppm) dan E (8 ppm) di transportasikan dengan lama
waktu 8 jam dengan transportasi langsung. Ikan uji yang digunakan adalah benih
ikan koi (C.carpio) dengan ukuran 5-7 cm. Bahan uji menggunakan ekstrak
minyak atsiri daun sirih hijau (P. betle) dengan kepadatan benih ikan setiap
kantong 15 ekor/liter. Parameter pengamatan adalah bukaan operkulum, masa
induksi, masa recovery, kelulushidupan dan kualitas air. Hasil penelitian
menunjukan ekstrak minyak atsiri daun sirih hijau (P. betle) berpengaruh nyata
(P<0,05) terhadap bukaan operkulum sebelum anestesi, bukaan operkulum saat
diberi anestesi, masa induksi, masa recovery dan kelulushidupan namun tidak
berpengaruh nyata terhadap bukaan operkulum pada masa sesudah diberi pakan
saat pemeliharaan dan masa diantara pemberian pakan saat pemeliharaan benih
ikan koi. Perlakuan B dengan dosis ekstrak minyak atsiri daun sirih hijau 2 ppm
menghasilkan bukaan operkulum saat diberi anestesi 113,33±4,16 x/m, masa
induksi 11,96±0,27, masa recovery 4,23±0,13 dan kelulushidupan pasca
transportasi sebesar 100,00±0,00%. Kelulushidupan pasca pemeliharaan 1 minggu
pada semua perlakuan memberikan hasil yang sama sebesar 100,00±0,00%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Benih koi, Bukaan operkulum, Ekstrak minyak atsiri daun sirih hijau, Kelulushidupan, Transportasi.
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 26 May 2025 03:36
Last Modified: 26 May 2025 03:36
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32480

Actions (login required)

View Item View Item