RAMADHANI, MUTIARA AZIZAH (2025) PENGARUH PENAMBAHAN DOSIS BENZYL AMINO PURIN (BAP) YANG BERBEDA PADA INDUKSI KALUS Kappaphycus alvarezii DARI ALAM MELALUI TEKNIK KULTUR JARINGAN (25da24). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Mutiara Azizah Ramadhani 25da24.pdf Download (482kB) |
Abstract
Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu jenis rumput laut yang memiliki
nilai ekonomis yang tinggi, dengan produksi mencapai 7,05 juta ton di Indonesia.
Permasalahan dalam industri rumput laut K. alvarezii adalah ketersediaan bibit yang
bergantung pada musim, serta penggunaannya secara berulang yang dapat menurunkan
kualitas. Kultur jaringan dapat menjadi solusi, dimana dapat memproduksi bibit dengan
kualitas yang lebih baik, sifat identik dengan indukan, serta tidak bergantung pada
kondisi alam. Salah satu tahapan pada kultur jaringan adalah induksi kalus.
Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) Benzyl Amino Purin (BAP) pada tahapan
induksi kalus dalam proses kultur jaringan dapat membantu merangsang pertumbuhan
sel, pembentukan tunas, serta memacu pertumbuhan eksplan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis BAP yang berbeda pada
pembentukan kalus, warna kalus, serta tekstur kalus yang terbentuk pada induksi kalus
K. alvarezii. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap
(RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penambahan BAP yaitu B0 (0
mg/L), B1 (1 mg/L), B3 (3 mg/L), dan B5 (5 mg/L). Data yang diamati meliputi
persentase pembentukan kalus (C), warna kalus, dan tekstur kalus. Penelitian ini
dilakukan dengan menambahkan BAP pada media tanam agar dalam botol kultur, yang
masing-masing botol diisi 2 individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penambahan BAP dengan dosis berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05)
terhadap persentase pembentukan kalus. Sedangkan warna yang timbul pada kalus
disemua perlakuan merupakan warna putih, yang mengindikasikan kondisi kalus yang
baik dan aktif. Tekstur yang dihasilkan dari penggunaan BAP ialah kompak.
Pembentukan kalus tertinggi diperoleh pada perlakuan B1 (60%).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | BAP, induksi kalus, kalus, Kappaphycus alvarezii, ZPT |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 23 May 2025 03:23 |
| Last Modified: | 23 May 2025 03:23 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32426 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
