Search for collections on Undip Repository

PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyhizus) TERHADAP MORFOLOGI SPERMATOZOA PADA TIKUS WISTAR YANG TERPAPAR ASAP ROKOK

Muchlisa, Nadia Rana and Santoso, Santoso and Hermawati, Donna (2025) PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyhizus) TERHADAP MORFOLOGI SPERMATOZOA PADA TIKUS WISTAR YANG TERPAPAR ASAP ROKOK. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of NADIA RANA MUCHLISA-22010119140242-KTI-ABSTRAK] Text (NADIA RANA MUCHLISA-22010119140242-KTI-ABSTRAK)
NADIA RANA MUCHLISA-22010119140242-KTI-ABSTRAK.pdf

Download (215kB)

Abstract

Latar Belakang: Infertilitas merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi sekitar 15% pasangan di dunia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap infertilitas pria adalah paparan asap rokok yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan merusak morfologi spermatozoa. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diketahui memiliki kandungan antioksidan yang dapat membantu mengurangi dampak stres oksidatif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), terhadap morfologi spermatozoa pada tikus Wistar yang terpapar asap rokok.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Tikus Wistar jantan dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (tanpa paparan asap rokok dan tanpa perlakuan), kontrol positif (terpapar asap rokok tanpa pemberian jus buah naga), serta tiga kelompok perlakuan yang diberikan jus buah naga merah dengan dosis 2 g/2,5 ml, 4 g/2,5 ml, dan 8 g/2,5 ml selama 28 hari. Setelah perlakuan, dilakukan pemeriksaan morfologi spermatozoa dengan mikroskop cahaya menggunakan pewarnaan Giemsa.
Hasil Penelitian: Dalam penelitian ini, kelompok K(+) sebesar 91,29, K(-) 93,43, P1, P2 dan P3 masing-masing sebesar 88,57, 88,29 dan 93,17. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa morfologi spermatozoa pada K(-) yaitu lebih tinggi dibandingkan dengan K(+). Kelompok P2 menghasilkan persentasi morfologi spermatozoa yang lebih rendah dibandingkan kelompok K(-) dan K(+). Kelompok P1 menghasilkan peningkatan morfologi spermatozoa yang lebih tinggi dibandingkan kelompok P2 Kelompok P3 menghasilkan morfologi yang lebih tinggi dari P1, P2 dan kelompok dan K(+).
Kesimpulan: Bahwa morofologi spermatozoa pada tikus wistar Jantan yang diberi paparan asap rokok lebih rendah dibandingkan dengan yang tida diberi paparan asap rokok. Pada dosis rendah P1/P2, kadar total antioksidan dari jus buah naga belum mampu menetralkan ROS tinggi akibat asap rokok, sehingga efek “antioxidant paradox” dapat muncul. Serta senyawa Fenolik dan Oksalat dalam jus dapat dibawah pH atau konsentrasi tertentu bersifat pro-oksidan dan memicu ROS tambahan.
Kata Kunci: Jus buah naga merah, morfologi spermatozoa, asap rokok, antioksidan, tikus Wistar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Jus buah naga merah, morfologi spermatozoa, asap rokok, antioksidan, tikus Wistar
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 23 May 2025 09:13
Last Modified: 23 May 2025 09:13
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32417

Actions (login required)

View Item View Item