TSAQIF, MUHAMMAD RAFI (2025) KARAKTERISTIK BIO-FISIK PANTAI SEBAGAI LOKASI PENELURAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI KONSERVASI PENYU NAGARAJA, CILACAP (25dik23). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Muhammad Rafi Tsaqif 25dik23.pdf Download (5MB) |
Abstract
Penyu lekang (L. olivacea) merupakan salah satu spesies penyu yang
terancam punah sehingga membutuhkan habitat pantai yang sesuai untuk
keberlangsungan siklus hidupnya, salah satunya ialah ancaman hilangnya habitat
peneluran penyu. Faktor-faktor Bio-fisik pantai dapat mempengaruhi lokasi
peneluran penyu. Lokasi penelitian ini adalah Kawasan Konservasi Penyu
Nagaraja, Cilacap di ketiga lokasi pantai yaitu Pantai Sodong; Pantai
Widarapayung; dan Pantai Sidaurip. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang
menjadi tempat pendaratan beberapa penyu lekang. Penelitian ini dilaksanakan
pada Bulan Juli-Agustus 2024, dimana fase Bulan akhir dari peneluran. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik Bio-fisik pantai tempat peneluran
penyu dan mengetahui perbadingan jumlah telur sarang alami peneluran di
Kawasan Konservasi Penyu Nagaraja, Cilacap. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif, pengumpulan data dilakukan
dengan cara observasi langsung di lapangan dengan pengamatan sarang alami
penyu. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 2 sarang alami peneluran yang
berjumlah 259 telur di Pantai Sodong, 3 Sarang akami peneluran tang berjumlah
229 telur, 6 sarang alami peneluran yang berjumlah 624 telur. Berdasarkan hasil
parameter bio-fisik meliputi suhu pasir dalam sarang berkisar antara 27-29°C,
kelembaban 68-82%, Lebar Pantai 36-64 meter, kemiringan pantai 1,8o-10o.
Komposisi sedimen Pantai Sodong adalah pasir kasar (1-0,5mm), Pantai
Widarapayung dan Pantai Sidaurip adalah pasir sedang (0,5-0,25mm). Vegetasi
yang sering dijumpai adalah Katang-katang (Ipomea pas-caprae), Kelapa (Cocos
nucifera) dan Pandan Laut (Pandanus tectorius). Ancaman peneluran penyu
meliputi ancaman hewan predator dan ancaman antropogenik. Ancaman hewan
predator yang sering dijumpai kepiting dan burung camar sedangkan ancaman
antropogenik meliputi berbagai aktivitas manusia yang merusak habitat pantai dan
menganggu proses alami peneluran seperti pembangunan infrastruktur, pencemaran
lingkungan dan aktivitas wisata. Dapat disimpulkan bahwa ketiga lokasi
karakteristik bio-fisik pantai sesuai untuk lokasi peneluran penyu.
Kata kunci : Penyu Lekang; Karakteristik Bio-fisik Pantai; Pen
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyu Lekang; Karakteristik Bio-fisik Pantai; Peneluran Penyu; Konservasi Penyu; Cilacap |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 22 May 2025 07:47 |
| Last Modified: | 22 May 2025 07:47 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32413 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
