Search for collections on Undip Repository

KOMPOSISI JENIS, KERAPATAN DAN TUTUPAN LAMUN DI PANTAI PRAWEAN DAN PANTAI MARINA, KABUPATEN JEPARA (25dik10)

HANANIA SARUMAHA, SIFRA ANN (2025) KOMPOSISI JENIS, KERAPATAN DAN TUTUPAN LAMUN DI PANTAI PRAWEAN DAN PANTAI MARINA, KABUPATEN JEPARA (25dik10). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Sifra Anan Hanania Sarumaha 25dik10.pdf] Text
Sifra Anan Hanania Sarumaha 25dik10.pdf

Download (732kB)

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem utama di wilayah pesisir
yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan perairan dan
berdampak langsung pada keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir. Penelitian
ini dilakukan pada bulan Oktober 2024 untuk mengetahui kondisi ekosistem lamun
secara ekologis di kawasan pesisir Pantai Prawean dan Pantai Marina, Kabupaten
Jepara.Pengamatan di kedua lokasi dilakukan menggunakan metode line transect,
mencakup analisis komposisi jenis lamun, kerapatan dan penutupan vegetasi
lamun, serta kondisi lingkungan perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Pantai Prawean memiliki enam jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia
hemprichii, Oceana serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, dan
Syringodium isoetifolium. Persentase penutupan lamun sebesar 45,98%, dengan
kategori penutupan sedang, serta kerapatan jenis yang bervariasi antara 34–634
individu/m². Sementara itu, Pantai Marina memiliki empat jenis lamun, yaitu
Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Oceana serrulata, dan Cymodocea
rotundata. Persentase penutupan lamun di Pantai Marina sebesar 30,55%, juga
dengan kategori penutupan sedang, dan kerapatan jenis yang bervariasi antara 54
228 individu/m². Substrat dominan di Pantai Prawean didominasi pasir berlumpur
dan substrat dominan di Pantai Marina terdiri dari pasir dan pecahan karang.
Kondisi ekosistem di kedua lokasi penelitian dipengaruhi oleh adanya aktivitas
masyarakat, seperti pariwisata, trampling, tambak ikan, pelabuhan kapal nelayan,
dan pemukiman warga. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021
tentang Baku Mutu Air Laut, perairan di kedua lokasi penelitian masih berada
dalam kategori optimal untuk keberlangsungan ekosistem lamun. Meskipun
demikian, tingkat penutupan lamun yang tergolong sedang menunjukkan bahwa
ekosistem ini memerlukan perhatian lebih untuk menjaga keberlanjutannya di
tengah aktivitas manusia yang dapat berpotensi mengancam keseimbangannya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Padang Lamun; Komposisi Jenis lamun; Kerapatan dan Tutupan lamun
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 21 May 2025 03:41
Last Modified: 21 May 2025 03:43
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32354

Actions (login required)

View Item View Item