JATMIKO, HARMITA BRILIANA PUTRI (2025) HUBUNGAN PERSONAL HIGIENE IBU DAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDARHARJO KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
REPO HARMITA.pdf - Published Version Download (372kB) |
Abstract
Indonesia menduduki peringkat kedua dengan kasus stunting tertinggi di Asia Tenggara. Berdasarkan pada data Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022, prevalensi kasus stunting di Indonesia terhitung sebesar 21,6%. Salah satu kota penyumbang kasus stunting di Provinsi Jawa Tengah adalah Kota Semarang. Kecamatan dengan prevalensi kasus stunting tertinggi yaitu Semarang Utara dengan jumlah kasus yaitu 320 balita stunting. Penyumbang kasus stunting tertinggi di Kecamatan Semarang Utara adalah wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo yaitu sebanyak 176 kasus pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan personal higiene ibu dan sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik jenis case control. Populasi penelitian ini yaitu seluruh balita stunting sebagai kelompok kasus dan nonstunting sebagai kelompok kontrol di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Sampel berupa 88 balita yang terdiri dari 44 kasus dan 44 kontrol yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara personal higiene ibu (p-value = 0,031), sarana air bersih (p-value = 0,012), sarana pengelolaan air limbah rumah tangga (p-value = 0,023), kondisi jamban (p-value = 0,041), tingkat kecukupan energi (p-value = 0,018), tingkat kecukupan protein (p-value = 0,009), riwayat penyakit infeksi pada balita (p-value = 0,006), dan status imunisasi balita (p-value = 0,009). Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara sarana pengelolaan sampah rumah tangga (p-value = 0,200), tingkat kecukupan lemak (p-value = 0,134), tingkat kecukupan karbohidrat (p-value = 0,628), dan pendapatan orang tua (p-value = 0,521). Terdapat hubungan antara personal higiene ibu, sarana air bersih, sarana pengelolaan air limbah rumah tangga, kondisi jamban, tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, riwayat penyakit infeksi pada balita, dan status imunisasi balita.
Kata Kunci : Stunting, Personal Higiene Ibu, Sanitasi Lingkungan Rumah
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Public Health |
| Divisions: | Faculty of Public Health > Department of Public Health |
| Depositing User: | endah nurkhayati |
| Date Deposited: | 20 May 2025 03:51 |
| Last Modified: | 20 May 2025 03:51 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32314 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
