DESETYANINGRUM, IMBAR (2022) KONSEP AGE FRIENDLY CITY DI PERMUKIMAN RW 9 KELURAHAN GAJAHMUNGKUR DALAM KONTEKS AGEING IN PLACE. Masters thesis, UNDIP.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Download (523kB) |
|
|
Text
Lembar pengesahan.pdf - Submitted Version Download (488kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf - Submitted Version Download (495kB) |
|
|
Text
Bab 1.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (840kB) |
|
|
Text
Bab 2.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (834kB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (959kB) |
|
|
Text
Daftar pustaka.pdf - Submitted Version Download (507kB) |
Abstract
Pada wilayah permukiman RW 9 yang topografinya berkontur dapat dijumpai lansia yang berkumpul dan berinteraksi di ruang-ruang luar meskipun kondisi lingkungannya tidak aksesibel. Ada fenomena ageing in place di permukiman RW 9 Kelurahan Gajahmungkur dimana lansia betah tinggal dan menua di rumahnya sendiri. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk melihat ageing in place di lingkungan permukiman RW 9
berdasarkan pada konsep Age Friendly City sehingga dapat memberikan gambaran tentang bagaimana lansia menua di rumah pada lingkungan yang berkontur yang tidak aksesibel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dijabarkan secara naratif, pengumpulan data melalui wawancara mendalam, pengamatan lapangan dimulai dari akses keluar masuknya dari rumah menuju ruang-ruang luar, serta studi literatur.
Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan aspek age friendly city menurut WHO. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep age friendly city mendukung lansia untuk ageing in place dengan nyaman. Faktor aksesibilitas menjadi kendala dan mempengaruhi pergerakan manusia, ada proses adaptasi terhadap lingkungan yang menjadikan lansia terbiasa dengan kondisi tersebut dan merasa betah dan
nyaman tinggal di daerah yang berkontur. Lingkungan disesuaikan
(adjustable) untuk memudahkan pergerakan sehingga membuat
lingkungan tersebut aksesibel. Lansia di wilayah RT 8 dengan jalan
lingkungan yang datar namun huniannya berada di area perbukitan, dengan adanya penyelesaian aksesibilitas yang baik membuat warga merasa tidak ada masalah dengan topografi sehingga tetap banyak melakukan aktivitas di ruang-ruang luar dengan catatan warga lansia tersebut dalam kondisi fisik yang sehat. Banyaknya warga yang beraktivitas di ruang luar
menciptakan lebih banyak ruang-ruang berkumpul yang digunakan oleh warga lansia. Sebaliknya, masyarakat di wilayah RT 2 dengan jalan lingkungan yang berkontur, merasa ada sedikit masalah dengan topografi yang berkontur yang diantisipasi oleh warga dengan membuat akses menuju ke rumahnya selandai mungkin dengan jalan lingkungan sehingga lingkungannya tetap aksesibel. Meskipun demikian, dengan adanya jalan
lingkungan yang berkontur membuat lansia tidak banyak melakukan aktivitas dan interaksi di ruang-ruang luar sehingga ruang-ruang luar yang digunakan oleh lansia di wilayah RT 2 berbeda dan jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan ruang-ruang luar yang digunakan oleh lansia di wilayah RT 8 yang jalan lingkungannya datar.
Kata kunci : age friendly city, permukiman, ageing in place
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Master Program in Architecture |
| Depositing User: | Magister Arsitektur |
| Date Deposited: | 16 May 2025 08:08 |
| Last Modified: | 16 May 2025 08:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32265 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
