WARUWU, SRI KRISTINA (2024) POTENSI PRODUKSI BUDIDAYA DALAM TAMBAK MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DITINJAU DARI DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERDASARKAN KANDUNGAN OKSIGEN TERLARUT (24da300). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Sri Kristina Waruwu 24da300_compressed.pdf Download (406kB) |
Abstract
Akuakultur merupakan kegiatan yang berhubungan erat dengan
lingkungan. Kegiatan monitoring kondisi lingkungan berdasarkan kualitas air
perlu dioptimalkan sebagai informasi yang diperlukan bagi pembudidaya dalam
keberlanjutan budidaya. Oksigen terlarut (DO) merupakan salah satu parameter
kualitas air penting untuk kelangsungan hidup organisme budidaya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui beberapa variabel pada budidaya monokultur ikan
kakap putih (Lates calcarifer) dan polikultur ikan kakap putih dengan kerang
hijau (Perna viridis), yaitu perbandingan fluktuasi DO, nilai daya dukung
lingkungan (DDL) berdasarkan kandungan DO dan hasil produksi dalam tambak
monokultur dan polikultur, serta menganalisis hubungan DO dengan DDL dan
produksi budidaya dalam tambak monokultur dan polikultur. Metodologi
penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan
Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Data yang dikumpulkan meliputi fluktuasi
DO, nilai DDL dan produksi tambak. Data dianalisis menggunakan aplikasi IBM
SPSS Statistics 24 untuk uji Independent T Test dan Microsoft Excel 2010 untuk
analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui perbedaan dan hubungan
antara DO dengan DDL dan hasil produksi tambak monokultur dan polikultur.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu, kandungan DO dalam tambak
monokultur dan polikultur tidak berbeda nyata (P>0,05). DDL dan hasil produksi
ikan kakap putih dalam tambak polikultur secara signifikan lebih tinggi (P<0,05)
dibandingkan tambak monokultur. DO memiliki hubungan yang cukup kuat r
(0,5378) dengan DDL tambak monokultur yaitu sebesar R2 (28,92%) sedangkan
pada tambak polikultur memiliki hubungan yang sangat tinggi atau kuat sekali r
(0,9929) yaitu sebesar R2 (98,59%). Hubungan antara DO dengan produksi kakap
putih dalam tambak monokultur sangat tinggi atau kuat sekali r (0,9998) dengan
nilai R2 (99,95%) sedangkan pada tambak polikultur tinggi atau kuat r (0,8664)
dengan nilai R2 (75,06%) dan hubungan DO dengan produksi kerang hijau dalam
tambak polikultur sangat tinggi r (0,9909) dengan R2 (98,18%).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Akuakultur, Produksi, Tambak, Kakap putih, Kerang hijau |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 14 May 2025 07:42 |
| Last Modified: | 14 May 2025 07:42 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32180 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
