Purnama Suradhuhita, Pratiwi (2018) PENGARUH DESAIN FASAD BANGUNAN TERHADAP KENYAMANAN TERMAL DAN VISUAL DI DALAM RUANG KELAS (Studi Kasus : Sekolah Dasar Nasima Semarang). Masters thesis, UNDIP.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Download (197kB) |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf - Submitted Version Download (180kB) |
|
|
Text
abstrak.pdf - Submitted Version Download (181kB) |
|
|
Text
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (251kB) |
|
|
Text
BAB 2 KAJIAN TEORI.docx.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (760kB) |
|
|
Text
BAB 3 METODE PENELITIAN.docx.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (694kB) |
Abstract
Faktor kenyamanan perlu diperhatikan dalam proses perancangan. Kenyamanan termal dan visual merupakan unsur kenyamanan yang penting. Agar aktivitas terlaksana secara baik, manusia memerlukan kondisi fisik tertentu disekitarnya yang dianggap nyaman. Sebagai objek tulisan yaitu Sekolah SD Nasima Semarang dibangun pada daerah padat penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan ruang maka pembangunan
mengutamakan pada efisiensi lahan. Hal tersebut telah menghasilkan layout bangunan dengan arah orientasi yang bervariatif dan kondisi ini telah menciptakan terjadinya suatu perbedaan kenyamanan pada ruangan kelas. Data dianalisa untuk mengetahui pengaruh udara, kelembapan, suhu, radiasi, dan tingkat pencahayaan alami terhadap kenyamanan pada
bangunan. Dari data yang terkumpul kemudian dianalisa untu mengetahui pengaruh orientasi bangunan dan desain fasad terhadap kenyamanan termal di dalam ruang dibandingkan dengan parameter kenyamanan Mom-Weisebron dan kenyamanan visual di dalam ruang dibandingkan dengan standar SNI 03-6197-2000 dan SNI 03-2396-2001 Rata-rata temperatur efektif ruang pada lantai 2 lebih tinggi dari lantai 3. Hal ini disebabkan kelembapan udara ruang pada lantai 2 lebih tinggi
dari ruang lantai 3, pergerakan udara pada lantai 2 lebih rendah dari lantai 3 dan temperatur udara lantai 2 yang tidak berbeda jauh dari lantai 3. Rata-rata tingkat pencahayaan alami ruang lantai 2 lebih rendah dari lantai 3. Hal in disebabkan oleh perbedaan elevasi, perbedaan desain pada fasad bangunan dan kondisi lingkungan sekitar. Kata Kunci : orientasi, fasad, kenyamanan termal, kenyamanan visual
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Master Program in Architecture |
| Depositing User: | Magister Arsitektur |
| Date Deposited: | 07 May 2025 08:53 |
| Last Modified: | 07 May 2025 08:53 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32039 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
