Search for collections on Undip Repository

POST OPERATIVE DELIRIUM PADA PASIEN YANG MENJALANI BEDAH SINUS ENDOSKOPI FUNGSIONAL DENGAN HIPOTENSI TERKENDALI DI RSUP DR KARIADI (CASE SERIES)

Izzati, Aulia and Nugroho, Taufik Eko and NURCAHYO, WIDYA ISTANTO (2024) POST OPERATIVE DELIRIUM PADA PASIEN YANG MENJALANI BEDAH SINUS ENDOSKOPI FUNGSIONAL DENGAN HIPOTENSI TERKENDALI DI RSUP DR KARIADI (CASE SERIES). Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-TESIS] Text (ABSTRAK-TESIS)
ABSTRAK.docx.pdf

Download (7kB)

Abstract

Pendahuluan: Postoperative Delirium (POD) adalah sindrom neuropsikiatrik serius yang sering terjadi sebagai komplikasi pasca operasi. POD ditandai dengan gangguan kesadaran, disfungsi kognitif, dan gangguan siklus tidur-bangun yang umumnya muncul pada hari ke-2 hingga ke-5 pasca operasi. POD memiliki probabilitas sekitar 10% untuk berkembang menjadi Postoperative Cognitive Dysfunction (POCD) setelah 3 bulan dan, tanpa penanganan tepat, berpotensi memicu penyakit Alzheimer. Diagnosis POD dilakukan melalui penilaian langsung terhadap atensi dan kesadaran pasien serta observasi perilaku dari keluarga dan tenaga medis.
Metode: Penelitian ini memiliki desain case series. Terdapat 7 kasus pasien yang menjalani BSEF dengan teknik hipotensi terkendali yang terdiri dari 2 pasien dengan POD dan 5 tanpa POD. Pasien dinilai menggunakan short CAM sebelum tindakan BSEF dan 2 hari setelah tindakan BSEF. Ketujuh kasus tersebut diamati dengan tujuan mengidentifikasi faktor risiko dan karakteristik yang berkaitan dengan POD.
Hasil: Pada pasien dengan POD, median usia adalah 43 tahun, lebih tinggi dari pasien tanpa POD (35 tahun). BMI juga lebih tinggi pada kelompok POD (median 30,5 kg/m²) dibandingkan kelompok non-POD (median 20,2 kg/m²), meskipun temuan ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa BMI tinggi bersifat protektif terhadap POD. Selain itu, durasi hipotensi intraoperatif pada pasien dengan POD (median 105 menit) lebih lama dibandingkan pada pasien tanpa POD (40 menit), dan durasi di recovery room (RR) pada kelompok POD (median 90 menit) juga lebih lama dibandingkan kelompok non-POD (45 menit).
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa usia lanjut, BMI yang lebih tinggi, durasi hipotensi intraoperatif yang lama, dan durasi di RR yang lama berhubungan dengan risiko peningkatan terjadinya Postoperative Delirium (POD). Meskipun demikian, keterbatasan dalam desain penelitian, seperti ukuran sampel yang kecil dan tidak adanya kelompok kontrol, memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hubungan kausal antara faktor-faktor risiko ini dan kejadian POD.

Kata kunci: Postoperative delirium, FESS, short CAM, hipotensi terkendali, case series

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Postoperative delirium, FESS, short CAM, hipotensi terkendali, case series
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 07 May 2025 02:53
Last Modified: 07 May 2025 02:53
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31979

Actions (login required)

View Item View Item