Search for collections on Undip Repository

PEMENUHAN KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PENCALONAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SEMARANG OLEH PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024. _009 HTN 2025

SALSADELLA, AFRIDA and Indarja, Indarja and Wardhani, Lita Tyesta Addy Listya (2025) PEMENUHAN KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PENCALONAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SEMARANG OLEH PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024. _009 HTN 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Afrida Salsadella_cover.pdf] Text
Afrida Salsadella_cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of Afrida Salsadella_abstrak.pdf] Text
Afrida Salsadella_abstrak.pdf

Download (120kB)
[thumbnail of Afrida Salsadella_bab 1.pdf] Text
Afrida Salsadella_bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (293kB)
[thumbnail of Afrida Salsadella_bab 2.pdf] Text
Afrida Salsadella_bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (286kB)
[thumbnail of Afrida Salsadella_bab 3.pdf] Text
Afrida Salsadella_bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (374kB)
[thumbnail of Afrida Salsadella_bab 4.pdf] Text
Afrida Salsadella_bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (85kB)
[thumbnail of Afrida Salsadella_dapus.pdf] Text
Afrida Salsadella_dapus.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Pemenuhan keterwakilan perempuan dalam pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang pada Pemilihan Umum 2024. Latar belakang affirmative action kuota 30% calon anggota legislatif perempuan diawali dengan disetujuinya Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), yang merupakan upaya internasional dalam melindungi hak-hak perempuan. Pemerintah Indonesia mengadopsi prinsip ini dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang mengamanatkan partai politik untuk mencalonkan setidaknya 30% perempuan dalam daftar calon legislatif. Namun, dalam praktiknya, beberapa partai politik hanya memenuhi persyaratan ini sebagai
formalitas administrasi tanpa memberikan dukungan nyata bagi perempuan dalam dunia politik.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan serta wawancara dengan anggota legislatif dan perwakilan partai politik di Kota Semarang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun seluruh partai politik telah memenuhi ketentuan administratif keterwakilan perempuan, hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa perempuan hanya berhasil menduduki 26% kursi DPRD Kota Semarang atau sebanyak 13 dari total 50 kursi.Hambatan terhadap keterwakilan perempuan dalam politik berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi terbatasnya jumlah perempuan yang mempunyai kualitas dan kualifikasi politik yang mumpuni serta rendahnya rasa percaya diri dalam bersaing dengan laki-laki. Sementara itu, faktor eksternal mencakup budaya patriarki dalam masyarakat, rendahnya kesadaran akan pentingnya partisipasi perempuan dalam politik, serta minimnya dukungan dari partai politik yang cenderung melihat kuota 30% sebagai sekadar persyaratan administratif.
Kata Kunci: Keterwakilan Perempuan, Pemilu 2024, Partai Politik, DPRD Kota Semarang, Affirmative Action

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Keterwakilan Perempuan, Pemilu 2024, Partai Politik, DPRD Kota Semarang, Affirmative Action
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 06 May 2025 06:26
Last Modified: 04 Sep 2025 01:15
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31961

Actions (login required)

View Item View Item