TASYA, MAYLA ANAS (2025) HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBUMEN 1, KABUPATEN KEBUMEN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
REPO MAYLA.pdf - Published Version Download (440kB) |
Abstract
Angka kematian balita di dunia mencapai 4,9 juta kematian, yang mengindikasikan bahwa terdapat satu kematian pada setiap enam detik. Diare merupakan penyakit ketiga yang paling umum menyebabkan kematian balita setelah pneumonia dan penyakit bawaan. Kondisi lingkungan memiliki peranan yang penting dalam memicu terjadinya diare, terutama pada balita. Lingkungan yang tidak bersih dapat menjadi sarana penularan berbagai patogen penyebab diare, seperti rotavirus, escherichia coli, salmonella enterica, shigella, dsb. Faktor-faktor lingkungan seperti akses terhadap air bersih, sanitasi yang memadai, pengelolaan limbah, kondisi jamban, hingga pengelolaan air minum sangat mempengaruhi kejadian diare pada balita. Pada profil kesehatan Kabupaten Kebumen tahun 2023 didapatkan bahwa jumlah target penemuan kasus diare balita mencapai 15.026 kasus. Dua tahun terakhir yakni 2022 dan 2023, didapatkan bahwa wilayah kerja Puskesmas Kebumen 1 menduduki posisi dua teratas berdasarkan insiden kasus yakni sebesar 101,8% (811 kasus) pada tahun 2022, dan 95,3% (762 kasus) tahun 2023. Pada wilayah puskesmas ini hanya mencatat 4 desa saja atau sebesar 36,36% yang telah memenuhi standar 5 pilar STBM. Penelitian ini mengkaji hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kebumen 1, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini melibatkan sebanyak 89 responden yang diambil dari populasi balita yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kebumen 1. Studi yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan dengan metode proportionate random sampling pada 11 desa, dengan wawancara melalui kuesioner dan observasi. Analisis data diuji dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita. Analisis univariat menunjukkan setengah lebih dari total responden masuk ke dalam kategori berisiko atau tidak memenuhi syarat pada variabel ketersediaan air bersih. Analisis bivariat antara ketersediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p=0,002 dan PR=4,60 (1,81-11,70)). Kondisi jamban tidak berhubungan dengan kejadian diare pada balita (p=0,069 dan PR=2,45 (1,02-5,87)). Pengelolaan air minum tidak berhubungan dengan kejadian diare pada balita (p=0,270 dan PR=2,84 (0,66-12,21). Pengelolaan sampah berhubungan secara signifikan dengan kejadian diare pada balita (p=0,004 dan PR=4,32 (1,66-11,26)). Pengelolaan air limbah tidak berhubungan dengan kejadian diare pada balita (p=0,052 dan PR=2,74 (1,09-6,88). Sanitasi makanan tidak berhubungan dengan kejadian diare pada balita (p=1,55 dan PR=0,66-3,62).Terdapat hubungan antara ketersediaan air bersih dan pengelolaan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kebumen 1, Kabupaten Kebumen.
Kata Kunci : Diare; Sanitasi Lingkungan; Balita
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Public Health |
| Divisions: | Faculty of Public Health > Department of Public Health |
| Depositing User: | endah nurkhayati |
| Date Deposited: | 05 May 2025 06:38 |
| Last Modified: | 05 May 2025 06:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31913 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
