SALSABILA, NAJLA (2024) HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI UDANG DOGOL (Metapenaeus monoceros) YANG BERADA DI PERAIRAN TAMBAK LOROK, KOTA SEMARANG (24dik209). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Najla Salsabila 24dik209_compressed.pdf Download (326kB) |
Abstract
Udang merupakan salah satu target utama penangkapan bagi nelayan
Indonesia dikarenakan banyak diminati oleh masyarakat, salah satunya adalah Udang
Dogol (M. monoceros). Udang Dogol (M. monoceros) merupakan spesies yang
memiliki nilai ekonomis penting di Tambak Lorok. Kegiatan penangkapan secara
terus menerus tanpa memperhatikan ukuran terhadap udang ditakutkan akan
mengakibatkan berkurangnya keberlanjutan stok sumberdaya udang di masa yang
akan datang. Penelitian dilaksanakan pada wilayah Tambak Lorok, Kota Semarang
yang dilakukan pada bulan November 2023. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui hubungan panjang berat, nilai faktor kondisi, dan distribusi frekuensi
panjang berat udang dogol (M. monoceros). Metode yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan survey. Pemilihan stasiun
pengamatan ditentukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan data
dilakukan secara random sampling terhadap hasil tangkapan nelayan yang telah
didaratkan. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 200 ekor yang
terdiri dari 119 ekor jantan dan 81 ekor betina. Identifikasi ukuran panjang dan berat
Udang Dogol (M. monoceros) dilakukan di Laboratorium Biologi Gedung E, FPIK,
Universitas Diponegoro selama 4 kali. Pengambilan parameter perairan dilakukan
secara in situ di Perairan Tambak Lorok. Hal yang perlu diamati adalah panjang
karapas dan berat Udang Dogol (M. monoceros). Analisis data yang digunakan
adalah analisis regresi untuk mengetahui hubungan panjang berat. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa nilai hubungan panjang berat Udang Dogol (M. monoceros)
secara keseluruhan mempunyai persamaan W =aLb bernilai 2,31. Nilai slope tersebut
menunjukkan bahwa pertumbuhan Udang Dogol (M. monoceros) bersifat allometrik
negatif. Nilai faktor kondisi (Kn) = 1,045 secara keseluruhan menunjukkan spesies
ini tergolong memiliki badan yang agak pipih. Distribusi frekuensi panjang dan berat
Udang Dogol (M. monoceros) selama penelitian dapat digolongkan menjadi 8 kelas
serta ukuran udang yang tertangkap masih tergolong muda (juvenil).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pola Pertumbuhan, Faktor Kondisi, Distribusi Frekuensi, Tambak Lorok |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 05 May 2025 04:02 |
| Last Modified: | 05 May 2025 04:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31897 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
