SYAHBANA, BETA ALI (2024) EVALUASI KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN BARONANG (Siganus sp) DI KJA BERBASIS GEOSPASIAL DI PERAIRAN MOYO HILIR, NUSA TENGGARA BARAT (24da193). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Beta Ali Syahbana 24da193_compressed.pdf Download (327kB) |
Abstract
Ikan baronang (Siganus sp) merupakan komoditas perikanan yang potensial
untuk dibudidayakan sebagai ikan konsumsi. Ikan tersebut banyak ditemui di
Indonesia timur salah satunya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Jumlah produksi
ikan baronang di Nusa Tenggara Barat adalah sebanyak 1,15 juta ton (2019); 907
ribu ton (2020); dan 946 ribu ton (2021) yang sebagian besar berasal dari sektor
perikanan tangkap dan sebagian kecil dari sektor budidaya. Perairan Moyo Hilir,
Kabupaten Sumbawa memiliki potensi yang baik untuk dilakukan kegiatan
budidaya ikan baronang. Namun, sebelum melakukan pembukaan lahan perairan
untuk kegiatan budidaya ikan baronang, perlu dilakukan analisis mendalam
terhadap calon lokasi yang akan digunakan untuk kegiatan budidaya. Oleh karena
itu, peran SIG dalam evaluasi kelayakan perairan untuk budidaya ikan baronang
perlu dilakukan untuk membantu dalam mengidentifikasi lokasi-lokasi dengan
kesesuaian lahan yang tinggi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Pengambilan data dilakukan di 40 titik dengan metode purposive sampling dengan
data berupa data kualitas air meliputi parameter suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut,
kecerahan, nitrat, fosfat, dan jenis substrat dasar perairan. Sedangkan untuk
parameter arus dan kedalaman diperoleh dari data sekunder berupa data batimetri
dan data kecepatan angin selama tahun 2023. Semua data dianalisis secara
geospasial menggunakan aplikasi ArcGIS v10.8. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat 3 kelas kesesuaian dengan persentase 39,98% (479,86 ha) untuk kelas
Kurang Sesuai; 48,38% (595,4 ha) untuk kelas Cukup Sesuai; dan 12,64% (155,57
ha) untuk kelas Sesuai dari total luas wilayah keseluruhan pada wilayah studi.
Berdasarkan analisis kesesuaian perairan yang telah dilakukan, perairan Moyo Hilir
dapat dikembangkan untuk budidaya ikan baronang menggunakan KJA dengan luas
yang direkomendasikan sebesar 10% dari luas wilayah dengan kelas Cukup Sesuai
dan Sesuai yaitu seluas 75,1 ha. Berdasarkan analisis potensi, didapatkan proyeksi
produksi ikan baronang mencapai 1.008,9 ton/siklus dengan SR 80% dan alokasi
KJA sebanyak 830 unit.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ikan Baronang, Kesesuaian Perairan, Moyo Hilir, Geospasial. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 02 May 2025 08:26 |
| Last Modified: | 02 May 2025 08:26 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31866 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
