Search for collections on Undip Repository

PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle) SEBAGAI BAHAN ANESTESI PADA PROSES TRANSPORTASI BENIH IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) DALAM PENGANGKUTAN SISTEM TERTUTUP (24da189)

ADANINGGAR, RHAMADYANTI (2024) PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle) SEBAGAI BAHAN ANESTESI PADA PROSES TRANSPORTASI BENIH IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) DALAM PENGANGKUTAN SISTEM TERTUTUP (24da189). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Rhamadyanti Adaninggar 24da189_compressed.pdf] Text
Rhamadyanti Adaninggar 24da189_compressed.pdf

Download (338kB)

Abstract

Transportasi ikan hidup merupakan suatu tindakan memindahkan ikan dengan
memberikan perlakuan tertentu untuk menjaga kelangsungan hidup ikan sampai ke
tempat tujuan. Pemanfaatan bahan pembius alami seperti daun sirih (Piper betle)
dilakukan untuk menekan metabolisme ikan sehingga ikan tidak mudah stress dan
mengalami kematian selama proses transportasi berlangsung. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih (Piper betle) sebagai bahan
anestesi terhadap kelulushidupan benih bawal bintang (Trachinotus blochii) serta
mengetahui dosis terbaik ekstrak daun sirih sebagai bahan anestesi benih bawal
bintang dalam proses transportasi tertutup. Penelitian ini menggunakan metode
eksperimental dan menggunakan uji Duncan dengan rancangan acak lengkap (RAL)
4 perlakuan 3 kali pengulangan. Dosis ekstrak daun sirih yang digunakan sebagai
anestesi yaitu A (0 ml/L), B (5 ml/L), C (10 ml/L) dan D (15 ml/L) di transportasikan
dengan lama waktu 8 jam dengan menggunakan simulasi transportasi. Ikan uji yang
digunakan adalah benih bawal bintang yang berukuran 7-10 cm dengan bobot 5
7gram. Ikan uji yang digunakan berjumlah 20 ekor setiap perlakuan. Data yang
diamati meliputi tingkah laku ikan selama imotilisasi, lama waktu pemingsanan,
lama waktu pulih sadar, kelulushidupan dan kualitas air sebelum dan sesudah
transportasi. Berdasarkan penelitian pemberian ekstrak daun sirih menunjukkan
pengaruh nyata (P<0,05) dengan hasil lama waktu pemingsanan tercepat pada
perlakuan D (15 ml/L) dengan rata-rata 14,88±0,45 menit. Perlakuan B (5 ml/L)
dengan rata- rata lama waktu pulih sadar 16,68±2,03 menit menghasilkan waktu
pulih sadar tercepat. Perlakuan C (10 ml/L) memiliki kelulushidupan tertinggi
dengan rata-rata 91,66±2,89%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: anestesi, benih bawal bintang, daun sirih, kelulushidupan, transportasi
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 02 May 2025 07:52
Last Modified: 02 May 2025 07:52
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31856

Actions (login required)

View Item View Item