NAINGGOLAN, CRISTINA BORU (2024) HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE DENGAN KELIMPAHAN KEPITING BAKAU (Scylla sp.) DI KELURAHAN MANGKANG WETAN, KECAMATAN TUGU, SEMARANG (24dik174). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Cristina Boru Nainggolan 24dik174_compressed.pdf Download (332kB) |
Abstract
Mangrove menyediakan habitat yang ideal bagi kepiting bakau karena vegetasi ini
memberikan kondisi ideal sebagai tempat berlindung, makanan, dan tempat
berkembang biak. Kondisi hutan mangrove di Kelurahan Mangkang Wetan,
Kecamatan Tugu, Semarang sempat mengalami perubahan garis pantai yang
berdampak serius pada kualitas lingkungan, sementara kegiatan penangkapan kepiting
bakau telah lama dilakukan oleh masyarakat di Kelurahan Mangkang Wetan,
Kecamatan Tugu, Semarang dan merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat
sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mendapat nilai
korelasi dari pengaruh kondisi mangrove terhadap kelimpahan kepiting bakau (Scylla
sp.). Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling
untuk penentuan lokasinya. Terdapat 3 stasiun dan setiap stasiun terdiri dari 3
substasiun, masing-masing berukuran 10m x 10m untuk mendapatkan data kerapatan
mangrove tingkat pohon dan kelimpahan kepiting bakau, 5m x 5m untuk mendapatkan
data kerapatan mangrove tingkat anakan, dan 1m x 1m untuk tingkat semai.
Pengambilan sampel kepiting bakau dilakukan dengan menggunakan transek garis
(line transect). Bubu lipat ditempatkan dalam masing-masing plot sebanyak dua unit,
sehingga setiap stasiun memiliki enam unit bubu. Pengolahan data kerapatan mangrove
dan kelimpahan kepiting serta analisis untuk mencari hasil korelasi menggunakan
metode regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak berupa Microsoft
Excel. Hasil penelitian di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Semarang,
menunjukkan pola yang berbeda dalam hubungan antara kerapatan mangrove dan
kelimpahan kepiting pada tingkat yang berbeda. Pada tingkat pohon dan anakan,
hubungan tersebut cenderung negatif dengan koefisien korelasi masing-masing sebesar -0,3 dan -0,52 dan terdapat korelasi positif yang signifikan antara kerapatan mangrove
dan kelimpahan kepiting pada tingkat semai, dengan koefisien korelasi mencapai 0,82.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kerapatan; mangrove; kelimpahan; kepiting bakau |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 02 May 2025 03:23 |
| Last Modified: | 02 May 2025 03:23 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31823 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
