INDIRA, FAHREL HEIZA (2024) TINGKAT KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU LEKANG Lepidochelys olivacea (Escholt, 1829) SECARA SEMI ALAMI BERDASARKAN LOKASI DAN KONDISI SARANGNYA DI KONSERVASI PENYU NAGARAJA CILACAP (24dik170). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Fahrel Heiza Indira 24dik170.pdf Download (289kB) |
Abstract
Konservasi Penyu Nagaraja berupaya meningkatkan keberhasilan penetasan
telur penyu lekang (Lepidochelycs olivacea) dengan cara teknik penetasan semi
alami yang didukung oleh lokasi dan kondisi sarang telurnya. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan penetasan telur penyu lekang
(Lepidochelys olivacea) berdasarkan lokasi sarang dan parameter kualitas sarang
semi alami di Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sarang semi alami telur penyu
lekang terdiri dari sarang terbuka (A1), sarang semi alami di bawah Casuarina
equisetifolia (A2), dan sarang yang berada dibawah semak-semak Ipomea
pescaprae (A3) dengan total keseluruhan 637 butir telur dengan kedalaman yang
berbeda. Parameter kualitas sarang telur yang diukur adalah suhu, kelembapan, pH
sarang telur, intensitas cahaya dan ukuran butir substrat sarang. Hasilnya yaitu
tingkat keberhasilan penetasan telur penyu lekang mencapai 79% dan kegagalan
21% dengan waktu inkubasi 44-48 hari. Sarang telur P1-P2B di stasiun A1
mencapai keberhasilan penetasan telur 87%-100% dengan kedalaman sarang 45-50
cm. Sarang telur P3-P5 pada stasiun A2 dengan persentase keberhasilan penetasan
31%-82% dengan kedalaman 50-52 cm. Sedangkan sarang telur penyu P6-P8 pada
stasiun sarang A3 memiliki persentase keberhasilan penetasan sebesar 94%-97%
dengan kedalaman 49-51 cm. Nilai suhu sarang berdasarkan nilain 22°C-36°C,
kelembapan 21%-44%, dan pH sarang telur sebesar 6,9-7,0. Intensitas cahaya saat
jam 07.00 sebesar 2122-10546 lux, saat jam 13.00 sebesar 5086-26789 lux, dan
saat jam 19.00 sebesar 1-9 lux. Komposisi substrat dominan pasir halus dengan
ukuran 0,0625-0,25 mm. Kesimpulannya bahwa kedalaman sarang semi alami di
setiap lokasi dan parameter kondisi lingkungan sarang semi alami yang optimal
dapat berdampak mendukung dalam peningkatan persentase penetasan telur penyu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konservasi, Penyu lekang, Semi alami, Telur penyu |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 30 Apr 2025 04:36 |
| Last Modified: | 30 Apr 2025 04:36 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31782 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
