Search for collections on Undip Repository

JENIS SUBSTRAT DAN TINGKAT KERAPATAN MANGROVE DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BAROS BANTUL YOGYAKARTA (24dik160)

VELATI, ZIGTHARINTA AGISKA (2024) JENIS SUBSTRAT DAN TINGKAT KERAPATAN MANGROVE DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BAROS BANTUL YOGYAKARTA (24dik160). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Zigtharinta Agiska Velati 24dik180.pdf] Text
Zigtharinta Agiska Velati 24dik180.pdf

Download (418kB)

Abstract

Kondisi ekosistem mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Baros
memiliki tingkat kerapatan dan jenis substrat yang berbeda-beda. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui jenis substrat dan kerapatan serta adanya pengaruh
antara keduanya. Metode yang digunakan untuk mengetahui perbedaan tingkat
kerapatan dan jenis substrat dilakukan dengan metode survey atau pengamatan
langsung. Penentuan lokasi stasiun ditentukan menggunakan metode purposive
sampling dengan pertimbangan perbedaan tingkat kerapatan dari jarang, sedang
hingga sangat padat. Stasiun I terletak di ujung barat dan berbatasan langsung
dengan lautan Samudra Hindia, stasiun II berada di antara stasiun I dan stasiun III
yang terletak di ujung timur dan terpengaruh langsung oleh aliran Sungai Opak.
Pengambilan data tingkat kerapatan mangrove dilakukan dengan metode transek
kuadrat plot bertingkat (Nested Quadran). Pengambilan sampel sedimen dilakukan
menggunakan sekop dengan kedalaman 10-30 cm dari permukaan substrat lalu
dilakukan analisis ukuran butir dengan metode pengayakan kering untuk
mengetahui jenis substrat dan metode Loss on Ignition untuk mengetahui
kandungan bahan organik. Stasiun I diketahui bersubstrat pasir, stasiun II lumpur
berpasir dan stasiun III pasir berlumpur. Jenis substrat juga sangat berpengaruh
pada kandungan bahan organik yang berperan penting untuk pertumbuhan
mangrove, substrat dengan fraksi lumpur yang tinggi cenderung memiliki
kandungan bahan organik yang juga tinggi. Substrat stasiun I yang didominasi oleh
fraksi pasir memiliki kerapatan dan bahan organik paling rendah yaitu 733,33ind/ha
dan 1,22%, sedangkan stasiun II didominasi fraksi lumpur memiliki kerapatan dan
bahan organik tertinggi yaitu 2633,33ind/ha dan 8,54%. Fraksi sedimen pada
substrat memiliki hubungan yang sangat kuat dan berpengaruh 97,5%-98% dengan
kerapatan tingkat pohon.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Bahan Organik; Fraksi Sedimen; Sapling; Seedling
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 30 Apr 2025 03:26
Last Modified: 30 Apr 2025 03:26
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31748

Actions (login required)

View Item View Item