RABBANI, ALMA ANGELIE and Prabandari, Adya Paramita and Susetyorini, Peni (2025) PERTANGGUNGJAWABAN PERANCIS SEBAGAI NEGARA PELUNCUR KEPADA PIHAK KETIGA ATAS HANCURNYA SATELIT INTELSAT 33E DI ORBIT GEOSTASIONER. _002 HI 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Alma Angelie Rabbani_cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (515kB) |
|
|
Text
Alma Angelie Rabbani_abstrak.pdf Download (49kB) |
|
|
Text
Alma Angelie Rabbani_bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (289kB) |
|
|
Text
Alma Angelie Rabbani_bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (344kB) |
|
|
Text
Alma Angelie Rabbani_bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (559kB) |
|
|
Text
Alma Angelie Rabbani_bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (99kB) |
|
|
Text
Alma Angelie Rabbani_dapus.pdf Download (202kB) |
Abstract
Pada tahun 2016 Satelit Intelsat 33e diluncurkan melalui ARIANE 5ECA di Guyana Perancis (FRGUI). Akan tetapi pada 21 Oktober 2024 hancur menjadi puing-puing di orbit geostasioner. Peristiwa tersebut menyebabkan jaringan komunikasi, radio, televisi, serta internet di hampir 150 negara yang berada di wilayah Eropa, Australia, Afrika Tengah, Timur Tengah, dan Asia terputus. Berdasarkan hukum ruang angkasa Perancis, tanggungjawab dibebani kepada operator, namun berdasarkan Article VI Outer Space Treaty 1967 dan Article III Liability Convention 1972 negara peluncur bertanggungjawab atas aktivitas ruang angkasa termasuk peluncuran benda angkasanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Perancis sebagai negara peluncur dapat dibebani pertanggungjawaban kepada pihak ketiga yang dirugikan serta menganalisis bagaimana bentuk pertanggungjawaban Perancis sebagaimana diatur dalam Outer Space Treaty 1967 dan Liability Convention 1972.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan kasus yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Hasil data dari penelitian diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif, kemudian disajikan dalam bentuk uraian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan ruang angkasa Perancis hanya sebagai bentuk kendali perizinan dan standar teknis aktivitas ruang angkasa yang dilakukan oleh pihak swasta. Oleh karena Outer Space Treaty 1967 dan Liability Convention 1972 sebagai law making treaty, maka berdasarkan Article III Liability Convention 1972 sebagai negara peluncur, Perancis dapat dibebani tanggung jawab berdasarkan kesalahan (liability based on fault) karena kerugian yang diderita merupakan kerugian secara tidak langsung (indirect). Kemudian bentuk pertanggungjawaban yang dapat diberikan
berupa klaim kompensasi berdasarkan Article VIII Liability Convention 1972 dimana pihak ketiga yang dirugikan mengajukan klaim kompensasi kepada negara peluncur.
Kata Kunci: Pertanggungjawaban Negara Perancis, Satelit Intelsat 33e, Outer Space Treaty 1967, Liability Convention 1972.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pertanggungjawaban Negara Perancis, Satelit Intelsat 33e, Outer Space Treaty 1967, Liability Convention 1972 |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 30 Apr 2025 03:18 |
| Last Modified: | 01 Sep 2025 07:17 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31745 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
