Search for collections on Undip Repository

IDENTIFIKASI KEPITING BAKAU ASAL PERAIRAN PEKALONGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MORFOLOGI DAN DNA BARCODING (24dsa154)

ISMAWATI, ISMAWATI (2024) IDENTIFIKASI KEPITING BAKAU ASAL PERAIRAN PEKALONGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MORFOLOGI DAN DNA BARCODING (24dsa154). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Ismawati 24dsa154.pdf] Text
Ismawati 24dsa154.pdf

Download (685kB)

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan salah satu jenis Crustacea. Di
Indonesia terdapat empat jenis kepiting bakau, yaitu S. serrata, S. olivacea, S.
tranquebarica, dan S. paramamosain. Secara morfologi keempatnya memiliki
banyak kemiripan. Kemiripan tersebut dapat menyebabkan kemungkinan kesalahan
dalam identifikasi spesies apabila hanya dilihat secara morfologi saja. Kesalahan
identifikasi dapat disebabkan oleh fenomena cryptic species. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengidentifikasi spesies kepiting bakau Pekalongan melalui
pendekatan morfologi dan DNA Barcoding (BLAST dan BOLD), selain itu juga
untuk mengetahui karakter molekuler dari kepiting bakau Pekalongan, serta untuk
mengetahui jarak genetik kepiting bakau Pekalongan dengan jenis kepiting bakau
lainnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022 - April 2023.
Metode pengambilan sampel yaitu random sampling. Sampel diambil dari pengepul
kepiting yang berasal dari tangkapan para nelayan di Perairan Pekalongan dengan
menggunakan alat tangkap bubu lipat. Jumlah sampel yang diambil 2 yaitu 1
kepiting jantan dan 1 kepiting betina. Hasil identifikasi secara morfologi dan
molekuler (DNA barcoding), kepiting bakau Pekalongan merupakan jenis Scylla
paramamosain. Hasil BLAST dan BOLD untuk kepiting bakau jantan memiliki
similaritas 100% dan betina 99,85%. Komposisi basa nukleotida S. paramamosain
jantan yaitu T (36,91%), C (19,12%), A (26,76%), dan G (17,21%). Sedangkan
spesies betina yaitu T (36,98%), C (16,57%), A (27,37%) dan G (16,57%).
Rendahnya nilai G dan C menyebabkan tidak dapat melindungi DNA dari degradasi
yang diakibatkan oleh panas, sehingga mudah terjadi denaturasi. Jarak genetik
terdekat terdapat pada sampel penelitian S. paramamosain dengan S.
paramamosain Jepang dan Cina sebesar 0,0000 atau 0%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: DNA Barcoding, Kepiting Bakau, Morfologi, Pekalongan, Scylla paramamosain
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 28 Apr 2025 08:16
Last Modified: 28 Apr 2025 08:16
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31669

Actions (login required)

View Item View Item