PRASETYO, ERWIN YUDHA (2024) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica) SEBAGAI ANESTESI DALAM TRANSPORTASI TERHADAP KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) (24da140). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
ERWIN YUDHA PRASETYO 24da140.pdf Download (348kB) |
Abstract
Salah satu tahapan dalam penyediaan benih ikan gurami (O. gouramy)
adalah kegiatan transportasi dari panti benih menuju lokasi budidaya pembesaran
atau lokasi pembeli. Transportasi sistem tertutup umumnya dilakukan dengan
jarak tempuh yang jauh dan jangka waktu yang lama. Hal tersebut menimbulkan
masalah yaitu rendahnya tingkat kelulushidupan pasca transportasi berkisar 50 –
80%. Salah satu upaya untuk mengantisipasi masalah tersebut yaitu dengan
melakukan anestesi. Anestesi ikan menggunakan ekstrak akar tuba (D. elliptica)
belum pernah dilaporkan pada benih ikan gurami (O. gouramy). Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan mengetahui dosis terbaik ekstrak akar
tuba untuk anestesi benih ikan gurami. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 –
24 Maret 2023 di Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT)
Ngrajek Magelang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode
eksperimental, Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan
3 kali ulangan dengan dosis esktrak akar tuba yaitu A (0 ml/L), B (0,15 ml/L), C
(0,30 ml/L) dan D (0,45 ml/L) di transportasikan dengan lama waktu 12 jam
dengan simulasi buatan. Ikan uji yang digunakan adalah benih gurami dengan
panjang 4 – 5 cm. Bahan uji menggunakan ekstrak akar tuba dengan kepadatan
ikan setiap kantong 10 ekor/liter. Parameter pengamatan adalah tingkah laku ikan
dan frekuensi bukaan operkulum, masa induksi dan recovery, kelulushidupan, dan
kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak akar tuba
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap masa induksi, masa recovery dan
kelulushidupan namun tidak berpengaruh nyata terhadap frekuensi bukaan
operkulum. Perlakuan B dengan dosis ekstrak akar tuba 0,15 ml/L memberikan
hasil terbaik untuk kelulushidupan pasca transportasi yaitu sebesar 92%.
Kelulushidupan pasca pemeliharaan 7 hari pada semua perlakuan memberikan
hasil yang sama sebesar 100%.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | anestesi, benih gurami, ekstrak akar tuba, kelulushidupan |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 28 Apr 2025 04:28 |
| Last Modified: | 28 Apr 2025 04:28 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31637 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
