Search for collections on Undip Repository

IMPLIKASI SENGKETA PENGGUNAAN MEREK TERDAFTAR HOLYCOW BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS. _035 DG 2025

LARASATI, DIAH MUTIARA and Irawati, Irawati and Ardani, Mira Novana (2025) IMPLIKASI SENGKETA PENGGUNAAN MEREK TERDAFTAR HOLYCOW BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS. _035 DG 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Diah Mutiara Larasati_cover.pdf] Text
Diah Mutiara Larasati_cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (565kB)
[thumbnail of Diah Mutiara Larasati_abstrak.pdf] Text
Diah Mutiara Larasati_abstrak.pdf

Download (73kB)
[thumbnail of Diah Mutiara Larasati_bab 1.pdf] Text
Diah Mutiara Larasati_bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (272kB)
[thumbnail of Diah Mutiara Larasati_bab 2.pdf] Text
Diah Mutiara Larasati_bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (310kB)
[thumbnail of Diah Mutiara Larasati_bab 3.pdf] Text
Diah Mutiara Larasati_bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (404kB)
[thumbnail of Diah Mutiara Larasati_bab 4.pdf] Text
Diah Mutiara Larasati_bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (122kB)
[thumbnail of Diah Mutiara Larasati_dapus.pdf] Text
Diah Mutiara Larasati_dapus.pdf

Download (132kB)

Abstract

Hak kekayaan intelektual (HKI) merupakan hak yang diberikan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual. HKI memiliki beberapa jenis, salah satunya merek. Merek merupakan suatu tanda yang membedakan produk barang dan/atau jasa dari suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
Berdasarkan Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, permohonan merek dapat ditolak apabila memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya. Namun, terdapat fenomena beberapa merek terdaftar yang masih memiliki persamaan, baik persamaan pokok maupun persamaan keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penerapan daya pembeda merek terdaftar Holycow yang dimiliki oleh orang yang berbeda berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif dengan meneliti bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dari hasil studi kepustakaan. Kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga merek Holycow tidak memenuhi unsur daya pembeda sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016. Selain itu, dari adanya penggunaan beberapa merek terdaftar Holycow dengan pemilik berbeda menimbulkan kebingungan masyarakat sehingga fungsi merek sebagai daya pembeda tidak berlaku secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan peran Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sebagai pihak yang berwenang untuk untuk menentukan dan memutuskan pihak mana yang paling tepat sebagai pemegang hak ekslusif.
Kata kunci: merek terdaftar, holycow, perlindungan merek.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: merek terdaftar, holycow, perlindungan merek
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 28 Apr 2025 01:59
Last Modified: 21 Aug 2025 02:03
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31620

Actions (login required)

View Item View Item