Search for collections on Undip Repository

MAKNA RITUAL BAGI PENGHAYAT KEPERCAYAAN KEJAWEN (STUDI KASUS: ORGANISASI PENGHAYAT KEJAWEN MANEGES DI KABUPATEN TEGAL)

Rakhman, Iendy Ainur and Laksono, Arido (2022) MAKNA RITUAL BAGI PENGHAYAT KEPERCAYAAN KEJAWEN (STUDI KASUS: ORGANISASI PENGHAYAT KEJAWEN MANEGES DI KABUPATEN TEGAL). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.

[thumbnail of Iendy Ainur Rakhman 13040218130061.pdf] Text
Iendy Ainur Rakhman 13040218130061.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Salah satu kepercayaan lokal dan sebuah warisan tradisi nenek moyang
yang masih eksis hingga saat ini adalah aliran kepercayaan Kejawen. Kejawen
lahir dan tumbuh dari masyarakat Jawa itu sendiri yang memuat nilai dan norma
untuk dijadikannya pedoman hidup. Penelitian ini akan mengkaji tentang Kejawen
Maneges yang merupakan salah satu dari beberapa aliran Kejawen. Fokus utama
penelitian ini adalah bagaimana pemaknaan simbol ritual dalam Kejawen
Maneges oleh penghayatnya. Terdapat dua rumusan masalah pada penelitian ini,
yaitu: 1) Apa saja bentuk ritual yang dilaksanakan penghayat kepercayaan
Kejawen Meneges. 2) Bagaimana penghayat kepercayaan Kejawen Maneges
memaknai simbol dalam ritual yang dijalankannya. Untuk menjawab rumusan
masalah tersebut maka digunakan pendekatan antropologi agama, teori
interpretatif simbolik oleh Clifford Geertz, dan teori interaksionisme simbolik
oleh Herbert Blumer. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan
pendekatan etnografi guna mengetahui dan memahami secara holistic tentang
kepercayaan Kejawen Maneges.
Bentuk-bentuk ritual yang dijalankan penghayat Kejawen Maneges
terdapat dua klasifikasi: Pertama, ritual yang dapat dijalankan secara individual
tidak terikat oleh waktu tertentu dan tempat, yaitu samadhi dan Puasa Mutih.
Kedua, ritual besar yang dilakukan secara bersama-sama dan dijalankan setiap
tahunnya dengan tanggal yang sama, yaitu Pranata Mangsa (tahun baru Jawa)
yang jatuh setiap tanggal 22 Juni dan Kaneman pada tanggal 22 Desember.
Penghayat Kejawen Maneges memaknai simbol-simbol yang terkandung dalam
ritual tersebut sebagai bentuk wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan,
menandakan bahwa ajaran Kejawen Maneges selalu selaras dan menghormati
alam semesta, sebagai pengingat asal-usul diri kita (Sangkan Paraning Dumadi),
untuk selalu introspeksi, dan menumbuhkan cinta kasih dengan sesama makhluk
hidup.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Mr UPT Perpus Undip
Date Deposited: 17 Jun 2025 00:00
Last Modified: 17 Jun 2025 00:00
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31600

Actions (login required)

View Item View Item