Search for collections on Undip Repository

INDEKS KESEHATAN EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN PANTAI MRICAN DAN PANTAI BABAKAN KULON, PULAU KEMUJAN, KEPULAUAN KARIMUNJAWA (24dik125)

MUHAMMAD, ILMAN FARI (2024) INDEKS KESEHATAN EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN PANTAI MRICAN DAN PANTAI BABAKAN KULON, PULAU KEMUJAN, KEPULAUAN KARIMUNJAWA (24dik125). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of ILMAN FARI MUHAMMAD 24dik125.pdf] Text
ILMAN FARI MUHAMMAD 24dik125.pdf

Download (350kB)

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan yang memiliki kemampuan untuk hidup
sepenuhnya di dalam air. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem penyusun
dari ekosistem pesisir bersama dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang.
Lamun tidak mendapat perhatian sebagaimana ekosistem pesisir lainnya, ditandai
dengan menurunnya luas padang lamun di banyak lokasi di Indonesia, salah satunya
di Karimunjawa. Upaya dalam merehabilitasi padang lamun dapat dilakukan
dengan menilai kondisi kesehatan padang lamun. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui nilai Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun atau IKEL yang ada di
perairan Pantai Mrican dan Pantai Babakan Kulon. Metode yang digunakan adalah
metode IKEL, yang menilai korelasi ekosistem padang lamun berdasarkan
parameter-parameter yang terdapat pada ekosistem padang lamun, yaitu
keanekaragaman jenis lamun, persentase tutupan lamun, kecerahan air, persentase
tutupan epifit pada lamun, dan persentase tutupan makroalga. Penilaian
keanekaragaman jenis lamun dihitung pada skala 1-9. Penilaian persentase tutupan
lamun dihitung dengan skala 0-100%. Penilaian kecerahan air dihitung dengan
skala 0-2. Penilaian persentase tutupan epifit pada lamun dihitung dengan skala 0
100%. Penilaian persentase tutupan makroalga dihitung dengan menggunakan skala
0-100%. Hasil nilai IKEL yang diperoleh pada stasiun 1 Pantai Mrican
dikategorikan Buruk (0,46), pada stasiun 2 dikategorikan Buruk (0,49), dan pada
stasiun 3 dikategorikan Buruk (0,49). Nilai IKEL pada stasiun 1 Pantai Babakan
Kulon dikategorikan Buruk (0,51), pada stasiun 2 dikategorikan Buruk (0,51), dan
pada stasiun 3 dikategorikan Buruk (0,51). Hasil yang diperoleh menunjukkan
kualitas padang lamun pada kedua lokasi berstatus Buruk, dengan akibat yang
diduga berasal juga dari faktor lingkungan sekitar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Lamun; Kualitas Padang Lamun; Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun; Pulau Kemujan
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 25 Apr 2025 08:05
Last Modified: 25 Apr 2025 08:05
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31571

Actions (login required)

View Item View Item