DALILAH, NAJWA and AVIF SAPUTRA, IZDAN (2025) REVIEW SISTEM SALURAN DRAINASE SUB SISTEM KALI PEDURUNGAN, SISTEM SEMARANG TIMUR, JAWA TENGAH. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Repository_Najwa Dalilah & Izdan Avif Saputra.pdf Download (876kB) |
Abstract
ABSTRAK
Drainase adalah suatu komponen penting yang harus terjaga pada suatu perkotaan, selain berpengaruh pada fasilitas dan tata letak dari suatu perencanaan kota, drainase juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Kota Semarang merupakan dataran rendah yang sebagian wilayahnya pernah mengalami banjir,
selain dari air rob, banjir yang terjadi juga berasal dari saluran drainase. Drainase Kota Semarang masih tergolong kurang baik dikarenakan banyak tumpukan sampah dan sedimen yang dapat mengurangi fungsi dan kapasitas dari saluran tersebut dimana dapat meluap sewaktu-waktu jika terjadi hujan yang berlangsung terus menerus. Kota Semarang terbagi menjadi beberapa Subsistem, salah satunya adalah Subsistem Kali Pedurungan yang terletak pada Kecamatan Pedurungan yang memiliki luas kurang lebih sebesar 1023,48 Ha dengan elevasi outfall terendah sebesar 2 mdpl dan tertinggi mencapai 20 mdpl dengan outlet terletak pada Kali
Tenggang. Beberapa pokok masalah drainase secara umum juga terjadi di wilayah Subsistem Kali Pedurungan ditambah, Alih fungsi lahan kosong menjadi bangunan juga menjadi salah satu dampak berkurangnya daerah resapan air. Selain itu sampah, sedimen serta vegetasi liar juga turut serta dalam komponen drainase. Untuk
mengatasi hal tersebut, dilakukan review design system drainase Subsistem Kali Pedurungan menggunakan Software EPA SWMM 5.2 yang diawali dengan mengkaji kondisi eksisting kemudian dilakukan penerapan Sustainable Urban Drainage System (SUDS) yang berawasan lingkungan yang bertujuan untuk menampung, dan menyerapkan air sehingga drainase tidak meluap atau banjir.
Dengan melakukan penerapan Rain Water Harvesting dan Sumur Resapan yang sudah dilakukan uji lebih lanjut sehingga memenuhi syarat teknis berdasarkan SNI 8456:2017 selain itu juga dilakukan normalisasi dan redesain dari beberapa saluran guna mengurangi banjir pada wilayah studi. Berdasarkan antara debit eksisting
saluran dengan debit banjir rencana serta hasil penyebaran kuisioner, terdapat 134 saluran yang terindikasi melampaui kapasitas sehingga mengakibatkan adanya limpasan air atau bahkan hingga banjir. Selain itu, Diketahui pada menit ke-45 merupakan jam puncak pada pemukiman (Runoff) dan jam puncak debit banjir
saluran (Flooding) terjadi pada 1 jam pertama. Maka diterapkan sejumlah 4719 sumur resapan 3 m dengan jari-jari 100 cm dan luas A tadah sebesar 286,43 m2 sedangkan untuk penerapan RWH sejumlah 1543 untuk tangki air 2000 L; 795 untuk tangki air 2250 L dan 30 unit untuk tangki air 2500 L. Dilanjutkan dengan normalisasi pengerukan terhadap 8 saluran dan 22 saluran yang akan dilakukan
redesain dengan ukuran yang telah ditentukan. Maka pada tahap akhir, tidak ada saluran yang melebihi kapasitas sehingga upaya pengendalian banjir dengan metode tersebut berhasil dengan perencanaan RAB sebesar Rp Rp35.199.770.300,00
Kata Kunci: Sistem Drainase, Subsistem Kali Pedurungan, Sustainable Urban Drainage System, Sumur Resapan, Rain Water Harvesting (RWH), Normalisasi Saluran, Redesain Saluran.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering |
| Depositing User: | anik riyanti |
| Date Deposited: | 25 Apr 2025 07:49 |
| Last Modified: | 25 Apr 2025 07:49 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31568 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
