WISNU ARIBOWO, MUHAMAD (2023) PENGARUH ELEMEN PEMBENTUK RUANG PADA UNIT HUNIAN TERHADAP KENYAMANAN FISIK RUMAH SUSUN BERDASARKAN PERSEPSI PENGHUNI (Studi Kasus: Rumah Susun di Kabupaten Semarang). Masters thesis, UNDIP.
|
Text
0. COVER.doc - Submitted Version Download (135kB) |
|
|
Text
hal pengesahan.docx - Submitted Version Download (12kB) |
|
|
Text
3. ABSTRAK.docx - Submitted Version Download (23kB) |
|
|
Text
BAB I.doc - Submitted Version Download (406kB) |
|
|
Text
BAB II.doc - Submitted Version Download (921kB) |
|
|
Text
BAB III.doc - Submitted Version Download (266kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.doc - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Rumah Susun merupakan bangunan yang terdiri dari unit-unit hunian yang tersusun vertikal dengan didukung berbagai fasilitas di dalamnya. Menurut (Haryadi, 2010) rumah susun dapat menjadi alternatif hunian bagi kota dengan lahan terbatas. Rumah susun ini juga dibangun sebagai upaya pemerintah guna memenuhi masyarakat perkotaan akan papan yang layak dalam lingkungan yang sehat (Yuniarta, 2015). Berbicara mengenai rumah susun, di bidang arsitektur tidak terlepas dari elemen pembentuk ruangnya karena penghuni lebih banyak menghabiskan waktu di unit hunian rumah susun. Menurut (Haryadi, 2010), ruang merupakan sistem binaan terkencil di mana variabel bebas yang berpengaruh terhadap kenyamanan penghuninya diantaranya, yaitu ukuran dan bentuk ruang, perabot dan penatannya. warna, suara, temperatur, dan pencahayaan. Sedangkan menurut (Ching, 2007) ruang biasanya terdiri dari elemen-elemen heterogen yanq berbeda bentuk dasar, ukuran, warna, alau orientasinya. Ruang pada rumah susun ini adalah unit hunian itu sendiri. Dalam arsitektur elemen tersebut didesain dengan berbagai pertimbangan agar penghuni merasa nyaman tinggal dengan kata lain elemen ruang tersebut dapat memengaruhi kenyamanan yang dirasakan penghuni langsung yang disebut kenyamanan fisik. Kenyamanan fisik sendiri menurut (Karyono, 2013, ada 4 jenis kenyamanan fisik dalam arsitektur, yaitu kenyaman ruang, kenyamanan visual, kenyamanan termal, dan kenyamanan audio 4 jenis kenyamanan tersebut sebaiknya ada pada suatu desain bangunan dan dipertimbangkan sebaik mungkin agar bangunan tersebut dapat memenuhi tuntutan penghuninya atau dapat optimal untuk ditinggali.
Untuk mengetahui apakah penghuni merasakan kenyamanan itu secara langsung dapat ditanyakan kepada penghuni atau mengukur persepsi penghuni. Karena menurut (Marcella, 2004) persepsi adalah proses memperoleh dan menerima informasi dari lingkungan dan sebagian besar dari arsitektur dibentuk oleh persepsi manusia, maka pengukuran terhadap persepsi diduga dapat mengetahui pengaruh elemen ruang terhadap kenyamanan fisiknya. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mengukur persepsi penghuni untuk mengetahui apakah ada pengaruh elemen pembentuk ruang pada unit hunian terhadap kenyamanan fisiknya. Studi kasus penelitian ini di Kabupaten Semarang yang terdapat 4 unit rumah susun sewa (rusunawa) yang dibangun di tiga kecamatan yang berbeda dengan 131 responden sebagai sampel. Analisa data menggunakan berbaga teknik analisis data menggunakan SPSS seperti analisa faktor, analisa deskrptif, analisa chi-square, Uji T, analisa anova, dan analisa regresi. Kesimpulan yang didapatkan adalah elemen pembentuk ruang di rumah susun ini memengaruhi kenyamanan fisik yang dirasakan penghuninya, dibuktikan dengan berdasarkan semua uji analisis data yang digunakan, didapatkan hasil bahwa semua variabel dalam uji analisa faktor memiliki karakter yang berbeda karena nilainya lebih 0,50 sehingga dapat digunakan untuk penelitian, pada uji analisis deskriptif semua variabel bebas memiliki nilai mean yang mendekati nilai maksimum daripada minimum berarti elemen pembentuk ruang di rumah susun dinilai positif, dan standar deviasi uji tersebut mendekati nol berarti persebaran data baik normal, pada uji Chi-Square nilai Asymp.Sig kurang dari < 0,05, sehingga hipotesis diterima sedangkan pada uji regresi didapatkan bahwa nilai semua variabel bebas positif terhadap variabel terikat sehingga semakin baik elemen pembentuk ruang semakin baik pula kenyamanan fisik. Dalam uji anova didapatkan juga hasil bahwa kenyamanan thermal memiliki pengaruh paling besar.
Kata Kunci: arsitektur, elemen ruang, rumah susun, persepsi, kenyamanan
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Master Program in Architecture |
| Depositing User: | Magister Arsitektur |
| Date Deposited: | 24 Apr 2025 07:51 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 04:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31521 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
