Search for collections on Undip Repository

PENGARUH INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP VARIABILITAS SPASIAL DAN TEMPORAL HASIL TANGKAPAN TUNA MATA BESAR (Thunnus obesus) DI WPPNRI 573 (24dos75)

RAHMADANI, MUHAMAD ASQI (2024) PENGARUH INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP VARIABILITAS SPASIAL DAN TEMPORAL HASIL TANGKAPAN TUNA MATA BESAR (Thunnus obesus) DI WPPNRI 573 (24dos75). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Muhamad Asqi Rahmadani 24dos75.pdf] Text
Muhamad Asqi Rahmadani 24dos75.pdf

Download (385kB)

Abstract

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 573
merupakan perairan strategis dengan potensi penangkapan ikan pelagis besar yang
melimpah. Salah satu spesies ikan pelagis besar yang memiliki nilai ekonomis
tinggi adalah tuna mata besar (Thunnus obesus). Habitat tuna mata besar dapat
ditentukan berdasarkan parameter oseanografi, seperti suhu permukaan laut (SPL),
konsentrasi klorofil-a, tinggi paras laut (TPL), dan kedalaman termoklin. Dinamika
parameter-parameter tersebut dipengaruhi oleh fenomena variabilitas iklim, salah
satunya adalah Indian Ocean Dipole (IOD). Penelitian ini bertujuan untuk
memahami pengaruh fenomena IOD terhadap varaiasi tangkapan tuna mata besar
di WPPNRI 573, dengan mengkaji perubahan parameter oseanografi ketika
kejadian IOD. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data SPL,
klorofil-a, TPL, dan kedalaman termoklin yang disediakan oleh Marine Copernicus,
serta data tangkapan ikan yang berasal dari Kementrian Kelautan dan Perikanan
Republik Indonesia (KKP-RI). Hasil studi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2015
ketika kejadian IOD positif, SPL cenderung lebih rendah, gradien SPL meningkat,
TPL lebih rendah, serta kedalaman termoklin lebih dalam pada laut lepas dan lebih
dangkal di dekat pesisir. Selain itu, konsentrasi klorofil-a lebih tinggi serta
tangkapan tuna mata besar cenderung berada di pesisir atau dekat dengan daratan,
dimana ikan berkumpul pada SPL yang dingin berkisar 24-26 oC dan memiliki
klorofil-a tinggi. Sebaliknya, pada tahun 2016 ketika kejadian IOD negatif, SPL
cenderung lebih panas, gradien SPL berkurang, TPL lebih tinggi, kedalaman
termoklin lebih dangkal, konsentrasi klorofil-a lebih rendah serta tangkapan tuna
mata besar cenderung berada pada laut lepas dengan suhu permukaan perairan
berkisar 28-30 oC.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Indian Ocean Dipole, Tuna Mata Besar, Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a, WPPNRI 573
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Oceanography
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 23 Apr 2025 07:07
Last Modified: 23 Apr 2025 07:07
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31432

Actions (login required)

View Item View Item