Search for collections on Undip Repository

STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI PADA HUTAN MANGROVE DI PANTAI TIRANG, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG (24dik52)

STEPHEN, JOEL (2024) STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI PADA HUTAN MANGROVE DI PANTAI TIRANG, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG (24dik52). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Joel Stephen 24dik52.pdf] Text
Joel Stephen 24dik52.pdf

Download (344kB)

Abstract

Hutan Mangrove di Pantai Tirang Kecamatan Tugu Kota Semarang
merupakan lokasi konservasi bakau dan menjadikan lokasi destinasi wisata bahari.
Habitat hutan mangrove di Kota Semarang ancaman dari abrasi pantai, banjir, dan
penurunan kualitas air. Adanya aktivitas dinamika laut seperti gelombang, arus
pasang surut dan dinamika lainnya menyebabkan terancamnya ekowisata mangrove
tersebut, untuk itu diperlukan strategi pengelolaan potensi hutan mangrove sebagai
destinasi wisata bahari yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui kesesuaian lahan ekosistem mangrove dan daya dukung wisata bahari,
dan mengkaji pengembangan wisata bahari dan untuk merumuskan konsep
pengembangan wisata bahari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli di Pantai
Tirang Tugu, Kota Semarang. Penelitian menggunakan Metode survei dengan
purposive sampling pengambilan data, dilakukan dengan kuesioner. Analisis
kesesuaian wisata, daya dukung wisata dan SWOT menjadikan penentu dalam
strategi pengembangan wisata bahari. Parameter yang diambil adalah kemiringan
pantai dan kualitas perairan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah lahan dalam
Pengembangan ekowisata mangrove yang ada di Pantai Tirang terdapat fasilitas
serta tumbuhan laut dalam menunjang wisata pantai seperti gazebo, warung, spot
foto, mushola, toilet. Hasil penelitian didapatkan bahwa Indeks kesesuaian wisata
Mangrove 72.22 % dan Indeks Kesesuaian Wisata Pantai (IKW) sebesar 85.29 %.
Daya dukung wisata maksimal 314 wisatawan untuk setiap luasan 11,650 m2 untuk
setiap luasan waktu 4 jam. Pengembangan wisata Mangrove di Pantai Tirang
menggunakan
konsep
wisata
berkelanjutan
dengan
memanfaatkan,
mempertimbangkan kondisi ekologis Mangrove, kondisi sosial dan ekonomi
masyarakat. Pengembangan disesuaikan dengan kesesuaian habitat dan mengikuti
arahan pengembangan sesuai dengan hasil analisis SWOT. Kesimpulan yang
didapatkan bahwa keberadaan hutan mangrove sangat penting dan diperlukan cetak
biru (blue print) konsep pengembangan ekowisata berbasis edukasi dan penyiapan
sumber daya manusia dalam pengelolaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Konsep, Kualitas Perairan, Lahan Pantai, Potensi
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 22 Apr 2025 03:35
Last Modified: 22 Apr 2025 03:35
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31364

Actions (login required)

View Item View Item