Search for collections on Undip Repository

PENGARUH DOSIS EKSTRAK KEDELAI (Glycine max) UNTUK PERENDAMAN LARVA TERHADAP FEMINISASI IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) (24da37)

RAHMAH, AMALIA KURNIA (2024) PENGARUH DOSIS EKSTRAK KEDELAI (Glycine max) UNTUK PERENDAMAN LARVA TERHADAP FEMINISASI IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) (24da37). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Amalia Kurnia Rahmah 24da37.pdf] Text
Amalia Kurnia Rahmah 24da37.pdf

Download (577kB)

Abstract

Ikan nilem (Osteochilus hasselti) merupakan indigenous species dan menjadi
salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki potensi besar untuk
dikembangkan. Ikan nilem diduga mempunyai dimorfisme pertumbuhan, dimana
betina memiliki pertumbuhan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan jantan.
Feminisasi adalah suatu metode rekayasa hormonal yang bertujuan mengarahkan
karakter seksual yang awal mulanya jantan menjadi betina. Kedelai mengandung
fitoestrogen cukup banyak jika dibandingkan dengan tanaman lainnya. Metode
yang sering digunakan dalam sex reversal yaitu dengan perendaman, penyuntikan,
melalui pakan (secara oral) serta bioenkapsulasi (pakan alami dan perendaman).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kedelai dengan metode
perendaman pada larva terhadap rasio jenis kelamin betina ikan nilem (O. hasselti),
dan dosis ekstrak kedelai yang memberikan rasio jenis kelamin betina tertinggi.
Ikan uji yang digunakan adalah larva ikan nilem berumur 2 hari setelah menetas.
Pemeliharaan dilaukan selama 60 hari dengan jumlah ikan 30 ekor pada setiap
perlakuan ulangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 4 perlakuan dan 3 pengulangan.
Perlakuan yang digunakan yaitu perendaman larva menggunakan ekstrak kedelai
selama 2 jam dengan dosis 0 g/L (Perlakuan A), dosis 0,10 g/L (Perlakuan B), dosis
0,20 g/L (Perlakuan C), dan dosis 0,30 g/L (Perlakuan D). Data yang dikumpulkan
adalah persentase jenis kelamin betina, pertumbuhan bobot mutlak, laju
pertumbuhan spesifik (SGR), kelulushidupan (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perendaman larva dengan dosis ekstrak kedelai yang berbeda
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasio jenis kelamin betina ikan nilem dan
tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, SGR dan
SR ikan nilem. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C
merupakan dosis terbaik yang menghasilkan persentase kelamin betina terbaik
sebesar 67,87±3,24% dengan pertumbuhan bobot mutlak 1,33±0,18g dan SGR
6,86±0,32 %/hari.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: dosis, ekstrak kedelai, feminisasi, nilem, sex reversal
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 21 Apr 2025 07:34
Last Modified: 21 Apr 2025 07:34
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31326

Actions (login required)

View Item View Item