FAWWAZUL A’LA, MUHAMMAD HANIEF (2023) PROFIL KELULUSHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN KERANG HIJAU (Perna viridis) DI PERAIRAN DEPAN DAN BELAKANG SABUK PANTAI TIMBULSLOKO, SAYUNG, KABUPATEN DEMAK (24da22). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Muhammad Hanief Fawwazul A'la 24da22.pdf Download (417kB) |
Abstract
Sabuk pantai merupakan struktur pelindung pantai, baik barupa pemecah
gelombang (breakwater) maupun tembok laut (sea wall). Permasalahan yang
terjadi adalah pola pemanfaatan lahan di wilayah pesisir yang mengabaikan
lingkungan seperti peruntukan lahan yang tidak sesuai dan melebihi daya dukung
lahan mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan. Pembuatan sabuk pantai
dengan jenis semi permeable yang akan membuat material dapat terdistribusi
masuk dan juga tanaman mangrove yang ada tentunya akan membuat wilayah
perairan subur untuk kegiatan budidaya kerang hijau sehingga dipilihnya lokasi
ini untuk membuktikan secara data apakah terdapat perbedaan dari kedua lokasi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kelulushidupan dan nilai
pertumbuhan kerang hijau pada lokasi depan dan belakang sabuk pantai. Metode
pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dan
diuji dengan menggunakan Independent sample T-test untuk menguji hipotesis.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama 60 hari dengan jumlah 15
kantong yang berisi 50 spat kerang hijau, didapatkan hasil bahwa nilai Survival
Rate (SR) pada kedua lokasi secara signifikansi tidak berbeda nyata. Hal ini
dikarenakan adanya faktor fisika yang berupa suhu dan salinitas yang ada pada
kedua lokasi cenderung memiliki nilai yang sama. Nilai Spesific Growth Rate
(SGR) bobot dan panjang kerang hijau pada kedua lokasi secara signifikansi lebih
tinggi di belakang sabuk pantai dengan nilai SGR bobot 1,61 ± 0,25% g dan SGR
panjang 0,46 ± 0,12% mm. Faktor yang mempengaruhi nilai Spesific Growth Rate
(SGR) adalah faktor kimia, yaitu fosfat dan karbon. Nilai meat quality yang
didapat pada kedua lokasi secara signifikansi tidak berbeda nyata. Faktor yang
mempengaruhi nilai meat quality pada kerang hijau antara lain adalah faktor
biologi yang berupa kelimpahan plankton dan kimia perairan yang berupa
kandungan C-N-P organik ada pada kedua lokasi cenderung memiliki nilai yang
sama. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi terbaik untuk
budidaya kerang hijau adalah lokasi belakang sabuk pantai.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kerang Hijau, Kelulushidupan, Pertumbuhan, Timbulsloko |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 21 Apr 2025 04:16 |
| Last Modified: | 21 Apr 2025 04:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31294 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
