Search for collections on Undip Repository

MODEL JARINGAN AKTOR DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA DI KAMPUNG WISATA BEKELIR KELURAHAN BABAKAN KOTA TANGERANG

Zulfannisa, Fitrida (2025) MODEL JARINGAN AKTOR DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA DI KAMPUNG WISATA BEKELIR KELURAHAN BABAKAN KOTA TANGERANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (579kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Submitted Version

Download (889kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Submitted Version

Download (444kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Submitted Version

Download (204kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version

Download (214kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (498kB)

Abstract

Surat Keputusan Walikota Tangerang No. 148/Kep. 587 – Bappeda/2022 menjadi
dasar penetapan Kampung Tematik Bekelir Kelurahan Babakan sebagai Kampung Wisata
di Kota Tangerang. SK tersebut menjadi program dalam pengembangan pariwisata di
Kampung Wisata Bekelir yang melibatkan banyak aktor didalamnya. Penelitian ini
bertujuannya untuk mengidentifikasi peran aktor serta menggambarkan model jaringan
aktor yang terbentuk dalam program kebijakan pengembangan pariwisata di Kampung
Wisata Bekelir Kelurahan Babakan. Metode penelitian yang digunakan yakni metode
deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data yaitu wawancara dan dokumentasi.
Dalam mengklasifikasikan aktor berdasarkan perannya menggunakan teknik pemetaan
aktor dari teori Kennon yang terdiri dari player, context setter, subjek, dan crowd. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa DISBUDPAR, POKDARWIS, RW, Penggagas,
Masyarakat aktif termasuk kedalam kategori aktor player yang memiliki kontribusi serta
kepentingan yang tinggi. Kemudian, Media Massa, Universitas/Akademisi, Swasta masuk
kedalam kategori aktor context setter yang memiliki kontribusi yang memiliki kontribusi
tinggi sementara kemauan/kepentingannya rendah. Selanjutnya, Bappeda, Kelurahan, PKK
masuk kedalam kategori aktor subjek yang memiliki kontribusi rendah sementara
kemauan/kepentingannya tinggi. Terakhir, Masyarakat Pasif rendah dalam kontribusi dan
kemauan/kepentingan masuk kedalam kategori aktor crowd. Model jaringan aktor yang
terbentuk yakni Model Hexa Helix (Pemerintah, Akademisi, Media Massa, Swasta,
Masyarakat, Individu/Penggagas). Kemudian, pemangku kepentingan yang terlibat
dianalisis keterlibatannya menggunakan teori Bryson yaitu Net Map. Jaringan aktor yang
terbentuk masih belum berjalan maksimal karena sebagian aktor yang terlibat belum
melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik dalam melaksanakan perannya masingmasing secara penuh sebagaimana mestinya.
Kata Kunci: Pengembangan, Pariwisata, Kampung Wisata, Model Jaringan Aktor
109 Administrasi Publik 2025

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration
Depositing User: diana nirwani
Date Deposited: 17 Jun 2025 00:22
Last Modified: 17 Jun 2025 00:22
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31171

Actions (login required)

View Item View Item